JAKARTA, KOMPAS.com – Kondisi tempat pembuangan sampah (TPS) Budi Dharma di Jalan Akses Marunda, Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, belakangan menjadi sorotan warga.
Pasalnya, sampah dari TPS tersebut sering meluap ke badan jalan ketika hujan dan banjir melanda kawasan tersebut.
Berdasarkan pengamatan Kompas.com di lokasi pada Rabu (25/2/2026) pagi, TPS itu berada tepat di sisi Jalan Akses Marunda dengan lebar sekitar 10 meter.
Bau tidak sedap tercium oleh pengendara yang melintas di depan TPS. Sejumlah sampah, seperti sisa makanan dan plastik, terlihat meluap hingga ke pinggir jalan.
Baca juga: Polisi Selidiki Sosok F, Diduga Pemilik Limbah Cacahan Uang di TPS Liar Bekasi
Di sisi kanan, TPS ditutup menggunakan bedeng besi. Pada bagian depan terdapat enam beton pembatas jalan. Sementara sisi kiri dibiarkan terbuka sebagai akses keluar-masuk gerobak dan kendaraan pengangkut sampah.
Di dalam area TPS, satu unit ekskavator berwarna kuning tampak merapikan tumpukan sampah ke sisi kanan, tepat di depan bedeng besi. Dua petugas terlihat memindahkan sampah dari gerobak ke dalam TPS.
Jenis sampah yang menumpuk pun beragam, mulai dari plastik, sisa makanan, kayu, hingga bekas kasur.
Ijat (bukan nama sebenarnya), salah seorang petugas TPS, mengatakan luapan sampah terjadi karena sistem drainase di sekitar lokasi tidak berfungsi optimal.
"Penyebabnya ya air ini aja. Ada (drainase) yang di samping ke arah Cakung Cilincing enggak kebuka. Harusnya kan ada got yang ke sana tuh. Kenapa enggak dibuka?" katanya saat ditemui Kompas.com di lokasi, Rabu.
Menurut dia, saat hujan turun, air akan menumpuk di titik TPS yang merupakan area terendah di Jalan Akses Marunda.
"Pokoknya hujan sebentar aja sudah pasti banjir. Gitu aja," ujarnya.
Baca juga: Jejak Asal Usul Cacahan Uang di TPS Liar Bekasi Akhirnya Mulai Terkuak
Ijat mengaku kondisi tersebut telah beberapa kali dilaporkan kepada pihak Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Utara. Namun, hingga kini belum ada penanganan menyeluruh.
"Ya, saya capek juga disalahin sama warga. Lagi ada proses angkut sampah jatuh ke jalan kan takut kena orang lewat. Makanya kami minta terus tuh pengennya dicor gitu, dibagusin," ucapnya.
Keluhan serupa disampaikan Ilyas (38), salah seorang pengendara yang kerap melintas di kawasan tersebut.
"Kalau banjir luber sampah. Parah memang, harus ada perubahan. Tiap banjir baunya menyengat, ganggu banget," ungkapnya saat ditemui Kompas.com di lokasi, Rabu.
Menurut dia, sampah yang meluap ke jalan juga kerap menyebabkan kemacetan, terutama karena Jalan Akses Marunda dilintasi kendaraan besar seperti truk kontainer dan trailer.
"Nah, itu bikin macet. Apalagi yang lewat banyak kendaraan gede kayak kontainer sama trailer," tambahnya.
Warga berharap ada perbaikan sistem drainase dan penataan ulang TPS agar luapan sampah tak lagi mengganggu aktivitas lalu lintas maupun kesehatan lingkungan sekitar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




