Penganiaya Karyawan SPBU Cipinang Konsumsi Sabu dan Ganja di Bali

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaku penganiayaan tiga karyawan SPBU Pertamina di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, mengaku pernah mengonsumsi narkotika jenis sabu dan ganja di Bali.

Pengakuan tersebut terungkap saat Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol. Alfian Nurrizal menginterogasi pelaku berinisial JMH.

"Kamu tadi bilang sama saya tadi apa? Waktu saya tanya? Pakai sabu?" tanya Alfian Nurrizal kepada JMH dalam video yang diunggah di akun Instagram @alfiannurrizal.id, Selasa (24/2/2026).

Baca juga: TPS Budi Dharma Marunda Dikeluhkan, Sampah Kerap Meluap kek Jalan saat Hujan

Pelaku mengakui menggunakan sabu empat hari lalu di Bali.

"Di Bali? Empat hari yang lalu. Terus untuk ganja?" tanya Alfian lagi.

"Sama juga Pak di Bali," jawab JMH.

Adapun JMH dinyatakan positif menggunakan narkoba setelah menjalani tes urine yang dilakukan Polres Metro Jakarta Timur.

"Untuk hasil tes urine pelaku positif menggunakan narkoba. Masih dikembangkan terkait narkoba oleh Satresnarkoba," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan saat dikonfirmasi, Selasa.

Hasil penyelidikan, pelaku bukan anggota polisi seperti yang dinarasikan dalam media sosial.

"Iya, bukan polisi. Pekerjaan pelaku serabutan," jelasnya.

Baca juga: 4 Pengedar Narkoba Ditangkap di Perbatasan Bekasi, Polisi Sita 1,3 Kg Tembakau Sintetis

Sebelumnya diberitakan, tiga karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, diduga dianiaya pelanggan saat proses pengisian bahan bakar, Minggu (23/2/2026) malam.

Staf SPBU, Mukhlisin (38), menjelaskan, peristiwa bermula ketika pelanggan tersebut hendak mengisi Pertalite, tetapi kendaraan yang digunakan tidak sesuai dengan data pada barcode.

"Sebenarnya pihak customer tersebut mengisi Pertalite, dan nomor barcode-nya sesuai, tapi mobilnya tidak sesuai dengan digambar di EDC tersebut. Jadi kan peraturan nomor di nopol sama mobil harus sesuai di EDC SPBU," tutur Mukhlisin.

Menurut dia, petugas kemudian menyarankan pelanggan mengisi Pertamax sesuai prosedur operasional standar (SOP). Namun, pelanggan justru marah.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Disarankan ke Pertamax. Kalau yang di Solar paling kita sarankan ke Pertamina Dex. Ada pilihan sih sebenernya," jelas Mukhlisin.

"Dari pihak customer-nya itu menyebut 'Ini mobil jenderal'. Terus di video juga dia menyebut bilangnya 'kapolda' gitu. Ada narasi, ada kata-kata 'kapolda' ketika dia ngebentak-bentak gitu tadi," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
• 21 jam lalusuara.com
thumb
Konflik AS-Iran Bikin Harga Minyak Dunia Melejit
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
TNI AL Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Denpasar
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
Gegara Anaknya Masuk Septic Tank, Gajah di Riau Ngamuk Rusak Mes Perusahaan
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Pemkab Jember Siapkan Intervensi Tiga Lapi Redam Lonjakan Harga Pangan Selama Ramadan dan Idul Fitri
• 7 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.