Pelajar Indonesia Makin Aktif Bahas Isu Global, Global Awareness Conference 2026 Jadi Bukti

mediaindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita

PELAJAR Indonesia kini semakin aktif terlibat dalam pembahasan isu-isu global sejak usia remaja. Aktivitas belajar tidak lagi terbatas di ruang kelas, melainkan berkembang ke diskusi mengenai perbedaan budaya, komunikasi lintas negara, hingga pengambilan keputusan dalam situasi krisis. Fenomena ini menunjukkan pergeseran pendekatan pendidikan yang kian menekankan kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, serta wawasan global.

Fenomena tersebut terlihat dalam penyelenggaraan Global Awareness Conference (GAC) 2026 di Beacon Academy, Jakarta. Konferensi ini sepenuhnya digagas dan diselenggarakan oleh siswa kelas 11 Beacon Academy, serta mempertemukan pelajar berusia 13 hingga 17 tahun dari berbagai sekolah di Jakarta, Bogor, dan Surabaya. Sejumlah pelajar dari India juga berpartisipasi secara daring, menunjukkan semakin terbukanya ruang dialog lintas negara di tingkat sekolah.

Berbeda dari kegiatan akademik konvensional, konferensi ini menggunakan pendekatan student-led, di mana siswa tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga berperan sebagai perancang, fasilitator, dan penggerak diskusi. Para peserta mengikuti berbagai kegiatan interaktif, termasuk diskusi kelompok, workshop, serta simulasi persidangan (courtroom simulation) dan situasi krisis. Dalam simulasi tersebut, siswa dituntut menganalisis informasi, mempertimbangkan berbagai perspektif, dan mengambil keputusan secara kolektif, keterampilan yang dinilai semakin relevan dalam menghadapi dunia yang kompleks dan saling terhubung.

Baca juga : 3 Pelajar Rakit Drone untuk Bantu Korban Bencana, Berhasil Sabet Gelar di Jepang dan Taiwan

Keynote speaker Sanjay Bharwani, Managing Director of Human Resources di Danantara Indonesia, mengatakan kemampuan memahami perspektif global menjadi keterampilan penting bagi generasi muda saat ini.
“Generasi muda perlu mampu berpikir kritis, berkomunikasi secara efektif, dan memahami perspektif yang berbeda. Kemampuan ini akan menjadi kunci untuk beradaptasi dan berkontribusi di dunia yang semakin terhubung,” ujar Bharwani.

Head of School Beacon Academy, Arvind Chalasani, menambahkan bahwa konferensi ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung, termasuk dalam mengelola sebuah forum berskala internasional.

“Mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga perancang dan penyelenggara. Melalui proses ini, siswa belajar memimpin, berkolaborasi, dan mengambil tanggung jawab. Ini adalah pengalaman nyata yang membantu mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di masa depan,” kata Arvind.

Meningkatnya keterlibatan pelajar dalam forum diskusi global mencerminkan perubahan arah pendidikan di Indonesia. Selain penguasaan akademik, siswa kini juga didorong untuk memahami dinamika global, mengembangkan empati lintas budaya, serta membangun kesiapan untuk berperan dalam masyarakat yang semakin terhubung. Bagi banyak pelajar, pengalaman ini menjadi langkah awal untuk memahami bahwa mereka tidak hanya bagian dari komunitas lokal, tetapi juga bagian dari masyarakat global. (RO/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kunker di Bantaeng, ARW Kawal Aspirasi untuk Kesejahteraan Rakyat
• 57 menit laluterkini.id
thumb
DPRD dan Pemprov Sulawesi Utara Sepakati Tiga Ranperda Strategis
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
[FULL] Pemimpin Kartel Tewas, Seberapa Kuat Pengaruh Narkoba di Meksiko?
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
BMKG Optimalisasi Layanan Cuaca Jelang Lebaran 2026
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ruang Kebersamaan yang Tersambung dari Imlek ke Ramadan
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.