EtIndonesia. Danny Citrinowicz, mantan perwira intelijen Israel dan analis di Institut Studi Keamanan Nasional, mengatakan bahwa akuisisi rudal anti-kapal supersonik oleh Iran dapat secara radikal mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan tersebut, menurut Reuters.
Kesepakatan di Tahap Akhir
Menurut sumber, Teheran semakin dekat untuk menyelesaikan kesepakatan dengan Beijing untuk membeli rudal jelajah anti-kapal CM-302. Jangka waktu pengiriman belum ditentukan, tetapi negosiasi berada di tahap akhir.
Rudal-rudal tersebut mampu menyerang target pada jarak sekitar 290 kilometer dan dirancang untuk melewati pertahanan kapal berkat lintasan terbangnya yang rendah dan kecepatannya yang tinggi.
Para ahli percaya bahwa munculnya senjata semacam itu dapat secara signifikan memperkuat kemampuan militer Iran dan menciptakan risiko bagi pasukan angkatan laut AS.
Pembicaraan Dipercepat Setelah Konflik
Negosiasi tentang pembelian sistem rudal telah berlangsung selama sekitar dua tahun. Namun, setelah perang singkat antara Israel dan Iran pada musim panas, pembicaraan semakin intensif.
Sumber-sumber mengklaim bahwa perwakilan dari pimpinan Iran melakukan perjalanan ke Tiongkok, termasuk Wakil Menteri Pertahanan Masoud Oraei.
“Ini akan mengubah segalanya jika Iran memiliki kemampuan supersonik untuk menyerang kapal-kapal di wilayah tersebut,” kata Danny Citrinowicz.
Reaksi AS dan situasi regional
Washington, DC. belum secara langsung mengomentari kemungkinan kesepakatan tersebut. Namun, seorang perwakilan Gedung Putih mengingatkan kembali pernyataan Presiden Donald Trump, yang memperingatkan bahwa tindakan keras dapat dilakukan jika tidak tercapai kesepakatan.
Di tengah meningkatnya ketegangan, AS meningkatkan kehadiran militernya di dekat Iran. Kapal induk USS Abraham Lincoln dan kelompok serangnya saat ini berada di wilayah tersebut, dan USS Gerald R. Ford juga sedang menuju ke sana.
Para analis percaya bahwa potensi kesepakatan tersebut dapat memperkuat kerja sama militer antara Teheran dan Beijing dan mempersulit upaya AS untuk membendung program rudal Iran. Selain itu, transfer sistem tersebut dapat terpengaruh oleh pembatasan yang diberlakukan oleh PBB.
Iran dan Rusia telah menyepakati perjanjian rahasia senilai sekitar €500 juta yang membahas pasokan sistem pertahanan udara portabel modern Verba. Menurut informasi yang tersedia, kesepakatan tersebut bersifat non-publik dan menyangkut transfer sejumlah MANPADS (Sistem Pertahanan Udara Portabel) rancangan Rusia terbaru untuk kebutuhan Iran.
AS siap mengadakan putaran pembicaraan baru dengan Iran di Jenewa paling cepat Jumat depan, tetapi mengharapkan Teheran untuk memberikan proposal terperinci dalam waktu 48 jam yang dapat dibahas dalam pertemuan tersebut. (yn)





