Permasalahan sampah di Indonesia menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Ia bahkan memperkenalkan gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah).
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menuturkan pihaknya akan menangani permasalahan sampah dari hulu.
“Tahun 2026 kita akan bersama-sama melakukan dua hal penting sebagaimana yang diarahkan oleh yang terhormat Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Kita akan menyentuh permasalahan sampah melalui kegiatan di hulu,” ujar Hanif saat sambutan di Acara Rakornas Pengelolaan Sampah 2026 di Balai Kartini, Jakarta pada Rabu (25/2).
Hanif menilai, implementasi gerakan ASRI ini harus ditanamkan dari tingkat terkecil di masyarakat. Menurutnya, pengelolaan sampah harus menjadi perhatian apalagi sudah diatur tegas dalam peraturan perundang-undangan.
“Tidak ada cara lain kecuali kita harus membangun budaya ini dengan sangat serius,” tuturnya.
“Di sisi lain, pada tahun ini kita wajib memberanikan diri untuk mulai melakukan penegasan-penegasan, melakukan penegakan-penegakan hukum dalam pengelolaan sampah ini sebagaimana dimandatkan di dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008,” tambahnya.
Lebih jauh, Hanif juga menyinggung bahwa kondisi darurat sampah saat ini karena semakin berkurangnya tempat pembuangan sampah. Ia mengatakan, saat ini pembuangan sampah langsung atau open dumping secara bertahap dikurangi.
“Hari ini tercatatkan oleh kita praktik open dumping se-Indonesia pada 481 TPA sejumlah 66%. Sekali lagi tepuk tangan untuk kita semua. Ada kemajuan 30% dengan upaya serius kita,” ucapnya.
“Ada kemajuan 30% dengan upaya serius kita. Tentu di tahun 2026 kita bersepakat untuk segera mengakhiri open dumping ini 100%,” tutup dia.





