Jika kamu aktif berselancar di media sosial, kamu mungkin sudah familiar dengan lagu Opalite oleh Taylor Swift. Menyusul kesuksesan lagu tersebut dalam beberapa pekan terakhir, musisi asal Amerika Serikat ini membagikan pesan manis untuk para penggemarnya, Ladies.
Lewat unggahan di Instagram @taylorswift pada Selasa (24/2), Taylor mengungkap bahwa lagu Opalite berhasil memuncaki tangga lagu paling bergengsi di AS, yaitu Billboard Hot 100. Ini pun menjadi lagu kedua Taylor dalam album The Life of a Showgirl yang menduduki peringkat satu.
Bertenggernya dua lagu di posisi pertama Billboard Hot 100 adalah pencapaian besar bagi Taylor. Sebab, terakhir kali Taylor meraih pencapaian serupa adalah 12 tahun lalu, tepatnya pada 2014.
“Saya tidak bisa menahan rasa senang saya dan saya bahagia sekali melihat cinta yang kalian berikan terhadap lagu dan video klip Opalite." tulis Taylor di kolom keterangan, membersamai deretan foto momen-momen di balik layar rekaman lagu dan syuting video klip Opalite.
Pada 2014 lalu, album 1989 mencetak tiga lagu hit yang sukses memuncaki Billboard Hot 100. Ketiganya adalah Blank Space, Shake It Off, dan Bad Blood feat Kendrick Lamar.
Pelantun lagu Look What You Made Me Do ini pun berterima kasih atas dukungan para penggemarnya, yang dikenal dengan sebutan Swifties.
“Saya merasa sangat bersyukur atas dukungan kalian, para fans, yang membantu saya meraih pencapaian ini dengan cara menyambut lagu ini ke dalam hidup kalian dengan tangan terbuka. Saya benar-benar penuh semangat,” imbuh perempuan kelahiran 13 Desember 1989 ini.
Dikutip dari Billboard, berkat meroketnya Opalite ke posisi puncak, Taylor Swift menjadi musisi ketiga dengan jumlah lagu terbanyak yang memuncaki Hot 100 sepanjang sejarah, yakni 14 lagu. Dia berada di posisi ketiga bersama Rihanna.
Opalite menyusul lagu The Fate of Ophelia dalam memuncaki tangga lagu Billboard Hot 100. Lagu tersebut sudah lebih dulu bertengger di puncak sejak Oktober 2025, tak lama setelah album The Life of a Showgirl dirilis. The Fate of Ophelia juga menjadi lagu pertama Taylor Swift sepanjang kariernya yang bertahan di posisi puncak selama 10 pekan berturut-turut.
Sebelum merilis album ke-12, Taylor Swift menjalani tur konser bertajuk The Eras Tour dengan pemberhentian di berbagai negara dan kota di seluruh dunia. Singapura menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang didatangi oleh konser ini.
Kesuksesan The Eras Tour tidak main-main, Ladies. Menurut Guinness World Records, The Eras Tour merupakan tur konser terlaris sepanjang sejarah, melampaui tur dunia Music of the Spheres oleh Coldplay. Konser ini mencatat penjualan tiket hingga 10 juta lembar dan meraup keuntungan hingga USD 2 miliar (setara Rp 33,5 triliun).
Taylor Swift pun tercatat sebagai musisi perempuan terkaya di dunia pada 2024 lalu. Forbes mengestimasi kekayaan Taylor mencapai USD 1,6 miliar atau setara dengan Rp 26,9 triliun.





