JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Gubernur Sumatera Selatan dua periode, Alex Noerdin meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit (RS) Siloam Semanggi, Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Karena kondisi kesehatannya terus menurun, politisi senior Partai Golkar tersebut dirujuk ke dari Palembang ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Kabar meninggalnya Alex Noerdin dibenarkan oleh juru bicara keluarga, Okta Alfarizi.
Baca juga: Alex Noerdin Meninggal, Golkar: Beliau Bawa Banyak Kemajuan di Sumsel
"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah meninggal dunia Bapak Alex Noerdin di RS Siloam Semanggi Jakarta Jam 13.30 WIB," kata Okta dalam keterangan tertulis, Rabu.
Saat ini, pihak keluarga masih berada di Jakarta untuk mengurus kepulangan jenazah. Rencananya, jenazah akan dibawa ke Palembang untuk disemayamkan di rumah duka.
Profil Alex Noerdin
Alex Noerdin lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 9 September 1950. Ia meraih gelar sarjana dari Universitas Trisakti pada tahun 1980 dan Universitas Atmajaya pada tahun 1981.
Ia memulai kariernya sebagai pegawai negeri sipil di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Selatan dan sempat menjabat Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang.
Karier politiknya mulai terlihat ketika ia terpilih sebagai Bupati Musi Banyuasin pada 2002 dari Partai Golkar.
Baca juga: Alex Noerdin Meninggal Dunia
Pada periode kedua kepemimpinan sebagai Bupati Musi Banyuasin (2007-2012), Alex Noerdin mulai dikenal lebih luas.
Ia pun mengikuti pemilihan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) pada 2008. Alex Noerdin berhasil terpilih sebagai Gubernur Sumsel dan menjabat hingga 2013.
Setelah di Sumatera Selatan, Alex Noerdin terpilih menjadi anggota DPR periode 2019-2024. Ia terpilih dari daerah pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan II dengan perolehan 145.622 suara.
Alex Noerdin pernah menduduki posisi Wakil Ketua Komisi VI DPR. Namun, ia hanya berada di parlemen pada 16 September 2021.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang