Perpres 110/2025 Perkuat Peran Pengelolaan Karbon dan Hutan Berkelanjutan

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 110 Tahun 2025 akan memperkuat pengelolaan karbon dan hutan berkelanjutan.

Perpres 110/2025 Perkuat Peran Pengelolaan Karbon dan Hutan Berkelanjutan. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyatakan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca, akan memperkuat pengelolaan karbon dan hutan berkelanjutan.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri (Kemenhut) Ristianto Pribadi mengatakan, aturan tersebut juga mempertegas peran sektor kehutanan. 

Baca Juga:
Dukung Pertumbuhan Ekonomi Rendah Karbon, Findev Canada Investasi USD30 Juta di IIF

"Bukan hanya menjaga lingkungan dan keanekaragaman hayati, tetapi juga menghasilkan unit karbon bernilai ekonomi tinggi. Pengelolaan Hutan Konservasi, Hutan Lindung, dan Hutan Produksi diperkuat untuk mendukung ketahanan iklim sekaligus pertumbuhan ekonomi hijau," ujar dia dalam keterangannya, dikutip Rabu (25/2/2026).

Dia menyebut terdapat tiga perubahan utama dalam Perpres ini. Pertama, sinkronisasi kebijakan karbon diintegrasikan dengan pembangunan nasional.

Baca Juga:
Dukung Bisnis Rendah Karbon RI, Inggris Luncurkan Climate Finance Accelerator

Kedua, deregulasi, penyederhanaan dan penguatan sistem perdagangan karbon melalui Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) yang terintegrasi dan lebih efisien. Ketiga, desentralisasi, pembagian peran antar Kementerian/Lembaga dibuat lebih jelas dan akuntabel.

Baca Juga:
OJK Perluas Jangkauan Pasar Karbon ke ASEAN dan Global

"Selain itu, Perpres 110/2025 juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama melalui perhutanan sosial dan rehabilitasi lahan kritis. Nantinya, masyarakat yang menjaga dan memulihkan hutan dipastikan memperoleh manfaat ekonomi yang adil dan terukur," kata dia.

Ristianto juga mengatakan, Perpres ini ini berfokus pada pengembangan kredit karbon Indonesia yang berkelas dunia, berkualitas tinggi (high-quality) dan berintegritas (high-integrity) serta diakui secara global tanpa mengabaikan prioritas pembangunan nasional.

Baca Juga:
Krakatau Steel (KRAS) Hadapi Tantangan Aturan Karbon Uni Eropa

"Nilai ekonomi karbon diharapkan tidak hanya mendukung agenda iklim global, tetapi juga memperkuat konservasi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," ujar dia.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KSPI Khawatir Impor 105 Ribu Mobil dari India Berpotensi Memicu PHK
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Foto: Modus Tilang Elektronik Palsu, Lima Tersangka Ditangkap
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Deteksi Dini Zoonosis pada Kelelawar jadi Kunci Keamanan Kesehatan Nasional
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
TPS Budi Dharma Marunda Dikeluhkan, Sampah Kerap Meluap kek Jalan saat Hujan
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Bukan Cuma Soal Uang, Ini Alasan Kuat Alessandro Bastoni Bakal Ogah Tinggalkan Inter Milan demi Barcelona
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.