Maraknya kasus penculikan anak dengan indikasi perdagangan orang membuat orang tua harus lebih waspada. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) meminta para orang tua untuk memperketat edukasi keamanan kepada anak sejak dini.
KemenPPPA menekankan pentingnya membekali anak dengan kemampuan melindungi diri sendiri saat menghadapi situasi berbahaya atau bertemu orang asing.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu melakukan edukasi kepada anak-anak kita terkait dengan adanya orang asing atau situasi-situasi yang berbahaya," kata Atwirlany Ritonga, perwakilan KemenPPPA, saat ditemui di Bareskrim Polri, Selasa (24/2).
KemenPPPA merekomendasikan beberapa hal penting untuk dilakukan orang tua sebagai edukasi kepada anak mereka. Salah satunya terkait ajaran body safety, yakni memberikan edukasi mengenai batasan tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh orang lain.
"Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu melakukan edukasi kepada anak-anak kita terkait dengan adanya orang asing atau situasi-situasi yang berbahaya, serta edukasi mengenai batasan tubuh yang baik (body safety)," ujarnya.
Ia juga menyampaikan pentingnya anak diajarkan keberanian berkata "tidak".
"Dan juga keberanian untuk berkata tidak pada anak harus diterapkan oleh orang tua sesuai dengan tingkatan usia anak," ujarnya.
KemenPPPA juga mengimbau para orang tua untuk membekali anak dengan informasi penting seperti nomor telepon orang tua, nama lengkap, dan alamat rumah.
Selain pengawasan di dunia nyata, Atwirlany juga mengingatkan bahaya di dunia maya, mengingat banyak pelaku mencari target melalui media sosial. Jika menemukan indikasi mencurigakan, masyarakat diminta segera melapor.
"Masyarakat dapat segera melaporkan kepada pihak berwenang atau melalui layanan Sahabat Perempuan dan Anak SAPA129 dengan menghubungi hotline 129 atau WhatsApp kami di 08-111-129-129," pungkasnya.





