SETELAH OPPO dinobatkan menduduki peringkat ke-4 dalam pasar smartphone global pada 2023, nampaknya OPPO harus menerima kenyataan bahwa performanya tengah menurun di tahun-tahun berikutnya. Pada tahun 2025, keuntungan pasar global OPPO menurun dibandingkan dengan kompetitor lainnya.
Tidak seperti Apple yang mencatat volume tahunan tertingginya atau Xiaomi yang mengalami pertumbuhan dan perluasan produk ke segmen premium melalui seri POCO, OPPO harus turun menuju peringkat ke-5 di bawah vivo dalam pasar smartphone global.
Meskipun OPPO kembali tumbuh pada kuartal keempat 2025, tetapi paruh pertama tahun 2025 tetap menjadi masa yang sulit bagi OPPO dengan peluncuran model A6x baru. OPPO harus menerima penurunan sebesar 3% dari tahun sebelumnya.
Baca juga : Oppo Reno 15 F 5G Meluncur, Usung Baterai 7.000 mAh
Hal yang sama juga terjadi pada posisi OPPO di pasar smartphone Asia Tenggara. Riset dari Omdia menunjukkan bahwa pasar ponsel pintar di kawasan ini harus mengalami penurunan pada kuartal ketiga tahun 2025.
Pada pasar ponsel pintar di kawasan ini, Samsung menjadi pemimpin dengan pangsa pasar sebesar 18%. Sementara itu, OPPO harus menerima posisi ke-4 dengan pangsa pasar sebesar 15% yang dinilai mencerminkan permintaan yang melemah dan permasalahan dalam saluran distribusi.
Riset Omdia turut menjelaskan bahwa OPPO dan vivo lebih memprioritaskan nilai daripada volume, sementara HONOR dan Xiaomi berfokus pada peningkatan volume untuk memperluas peningkatan penjualan produk mereka.
Baca juga : Oppo Reno 15 Rilis Global, Segera Hadir di Indonesia
Meskipun secara keseluruhan tahun 2025 menjadi tahun yang positif bagi sebagian besar merek ponsel pintar, tantangan akan semakin meningkat pada tahun selanjutnya.
Menurut Runar Bjorhovde, seorang Analis Senior di Omdia, para vendor ponsel pintar harus dapat mengelola titik tekanan dalam rantai pasokan dan saluran penjualan secara efektif.
Manajer Riset di Omdia, Le Xuan Chiew, turut mengungkapkan bahwa untuk mendapatkan pangsa pasar, fokus utama tiap vendor harus tetap berada pada pelanggan dengan memahami cara yang paling efektif untuk mengakuisisi pelanggan dan mengoptimalkan kemitraan.
Kunci Keuntungan Market Share OPPOOPPO sepertinya mulai membaca strategi yang bertujuan untuk meningkatkan posisinya dalam pasar smartphone global di 2026 nanti. Beberapa pengamat mengungkap bahwa keuntungan yang diraup OPPO masih dikatakan stabil dengan kehadiran ponsel flagship keluaran OPPO.
Baru-baru ini, OPPO telah merilis produk flagship, seperti OPPO Reno15 Pro Max 5G, OPPO Find X9 Pro,hingga OPPO Find N5 yang menambah keberagaman pasar ponsel lipat.
Produk flagship yang dikeluarkan tersebut menjadi strategi yang memungkinkan bagi merek ini untuk meraih keuntungan. Namun, OPPO tetap harus memoles strategi pasar untuk model entry level yang mereka keluarkan.
Tidak hanya itu, OPPO juga dapat menaikkan posisi mereka di pasar global melalui realme yang berada di bawah naungan OPPO mulai tahun 2026 ini. OPPO diprediksi mampu mendapatkan volume dan kekuatan pasar utama yang membantunya bersaing untuk posisi yang lebih tinggi dalam pasar global nantinya.
Saat ini, pangsa pasar OPPO di Indonesia berada di posisi ke-3, dengan saingan terbesar pada produk ponsel pintar di bawah naungan TRANSSION dan Xiaomi.
Sumber: Omdia, OPPO





