Warga Ukraina menggelar peringatan bagi tentara yang gugur dalam perang di Lapangan Kemerdekaan Kiev, Selasa (24/2), bertepatan dengan empat tahun invasi skala penuh Rusia ke Ukraina. Sejumlah warga mengheningkan cipta, sementara ribuan bendera dikibarkan sebagai simbol duka dan solidaritas di pusat ibu kota.
Empat tahun setelah perang dimulai, Ukraina kembali mengenang para korban dari konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Suasana khidmat menyelimuti Kiev ketika keluarga korban, veteran, dan masyarakat umum berkumpul untuk memberi penghormatan kepada para prajurit yang tewas.
Presiden Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa negaranya tidak pernah memilih perang ini, namun berhasil mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya. Ia menyatakan Ukraina tetap berdiri meski banyak pihak sebelumnya meragukan ketahanannya. “Ukraina bukan sekadar titik di peta, melainkan negara yang mempertahankan eksistensinya dengan harga mahal,” tegasnya.
Sementara itu, Kremlin mengakui tujuan militernya belum sepenuhnya tercapai dan menyatakan tekad untuk melanjutkan ofensif. Hingga kini, Rusia menguasai kurang dari 20 persen wilayah Ukraina, namun gagal merebut seluruh kawasan Donbas di bagian timur.
Di Kiev, Zelensky bersama istrinya memimpin doa di Katedral St. Sophia, didampingi sejumlah pemimpin Eropa yang menyatakan dukungan terhadap Ukraina. Di kota Bucha, warga terus berdatangan untuk menabur bunga di makam para korban, mencerminkan luka perang yang masih terasa di berbagai penjuru negeri.
Koalisi sekitar 35 negara yang dipimpin Inggris dan Prancis kembali menegaskan komitmen mereka mendukung Ukraina. Beberapa di antaranya bahkan menyatakan kesiapan mengirim pasukan guna menjamin kemungkinan gencatan senjata.
Namun demikian, prospek perdamaian masih suram. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengaku skeptis terhadap peluang tercapainya perdamaian dalam waktu dekat. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menilai Presiden Rusia sebagai penghambat utama negosiasi. Para pemimpin G7, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kembali menegaskan dukungan terhadap kedaulatan Ukraina, meski hingga kini belum ada terobosan nyata dalam upaya diplomatik mengakhiri perang.





