Ini Tips Konsisten Lari saat Puasa versi teman kumparan

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Kondisi badan yang lemas saat puasa bisa menghambat berbagai aktivitas fisik, termasuk olahraga lari. Hal ini wajar, karena tubuh nggak mendapat asupan makanan dan minuman selama berjam-jam, sehingga tubuh akan terasa lemas.

Dalam rangka menyiasati persoalan ini, setiap pelari idealnya punya strategi khusus supaya stamina tetap terjaga. Menurut laman Cleveland Clinic Abu Dhabi, menjaga asupan nutrisi saat sahur, mencukupi kebutuhan cairan, serta mengatur waktu istirahat dapat menjaga kestabilan tubuh selama Ramadhan.

Strategi serupa juga diterapkan oleh sejumlah teman kumparan, lho. Mereka punya cara masing-masing supaya tetap konsisten lari meski sedang berpuasa. Kalau kamu ingin tetap aktif tanpa khawatir cepat lemas, yuk simak tips selengkapnya di bawah ini.

Tips Tetap Semangat Lari saat Puasa

teman kumparan Andi Yusril (27) punya strategi tersendiri untuk mengatasi badan lemas saat puasa. Biar nggak terlalu banyak buang energi, ia pun memilih lari di sore hari menjelang waktu berbuka karena suhu udara biasanya sudah lebih adem.

Selain memperhatikan waktu latihan, jarak tempuh juga nggak kalah penting untuk disesuaikan. Nah, supaya rutinitas lari tetap aman dan nggak bikin badan makin drop, teman kumparan Hendriko (46) memilih untuk nggak memforsir dirinya.

“Jangan terlalu memaksakan diri, lari dengan pace santai, jarak yang nggak terlalu jauh,” ujarnya. Menurutnya, jarak 5–7 km dengan durasi sekitar 25–45 menit sudah cukup, baik dilakukan setelah sahur maupun setelah salat asar.

Performa tubuh saat puasa nggak cuma dipengaruhi oleh durasi dan waktu lari. Asupan makanan yang masuk ke tubuh juga berperan penting dalam menjaga stamina.

Karena itu, teman kumparan Arif Alhitamin (29) menerapkan sejumlah tips sehat saat sahur dan berbuka yang menurutnya efektif menjaga tubuh tetap bertenaga selama Ramadhan. Berikut beberapa di antaranya:

Agar kebutuhan cairan tetap terpenuhi selama puasa, Arif membaginya secara bertahap dengan menggunakan tumbler 500 ml. Ia minum satu botol saat berbuka, dua botol setelah tarawih, dan satu botol lagi menjelang atau saat sahur.

Selain mengatur pola makan dan minum, Arif juga menyesuaikan waktu latihan. Ia biasanya memilih lari setelah sahur karena merasa energi masih cukup tersedia. Menurutnya, bergerak di waktu tersebut juga membantu tubuh mencerna makanan dengan lebih optimal

Seperti dijelaskan dalam laman Become your Healthiest you, salah satu manfaat utama dari aktivitas fisik adalah kemampuannya untuk merangsang pergerakan usus. Olahraga seperti jalan kaki atau lari dapat meningkatkan gerakan peristaltik usus, sehingga membantu proses perpindahan makanan di saluran pencernaan.

Saat latihan, ia tetap melakukan pemanasan dan menyesuaikan jarak dengan kemampuan tubuh. “Saya mengikuti kemampuan diri saya agar energi tetap terjaga dan nggak overheat yang bisa menyebabkan dehidrasi,” katanya.

Ayo gabung komunitas teman kumparan Running Club untuk info event Fun Run terdekat di http://kum.pr/running


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
105.000 Mobil Pikap India untuk KDMP Ditunda, Fokus Industri Nasional
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bebas dari El Rodeo, Tahanan Politik Ikut Doa Bersama dengan Keluarga
• 23 jam laludetik.com
thumb
Alasan Sidang Praperadilan Yaqut Cholil Qoumas Ditunda: Permintaan KPK | SAPA PAGI
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Ekonomi kembali bergeliat, Mendag: Harga bahan pokok Pidie Jaya stabil
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Layanan Penukaran Uang Baru Dipadati Masyarakat
• 14 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.