Wamenkes: Kualitas Pendidikan Dokter Spesialis Dijaga, 2 Semester Hasilnya Bagus

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus memastikan kualitas program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit di RS Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) terjaga dan memenuhi standar internasional. Hal itu dibuktikan dengan hasil evaluasi dua semester pertama oleh lembaga akreditasi asal Amerika Serikat.

Benny menyampaikan bahwa ia bersama Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya, baru kembali dari San Diego untuk menghadiri kongres ACGME (Accreditation Council for Graduate Medical Education). Dalam forum tersebut, dibahas perkembangan program yang kini memasuki semester ketiga.

“Dua semester pertama, ternyata pendidikan kita yang diakreditasi oleh mereka, sampai saat ini berjalan baik. Artinya mutu pendidikan di Indonesia cukup baik. Buktinya standar yang dilakukan ACGME, standar di Amerika, kita mampu,” ujar dia usai orientasi pusat Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) di Gedung Kemenkes, Jakarta Selatan, Rabu (25/2).

Menurutnya, tim ACGME telah datang langsung ke Indonesia untuk melakukan kontrol dan evaluasi terhadap dua semester pertama. Hasilnya, board pendidik dinyatakan lulus dan dapat melanjutkan ke semester berikutnya.

“Dalam waktu dua semester pertama ini, hasil yang mereka datang ke sini dan mereka mengontrol dua semester pertama, board pendidik kita dinyatakan lulus. Artinya bisa lanjut ke semester selanjutnya,” kata Benny.

Ia mengaku bangga karena guru-guru dan sistem pendidikan spesialis di Indonesia dinilai mampu mengikuti standar dunia.

Azhar Jaya menambahkan, karena hasil evaluasi dinilai memuaskan, pemerintah berencana menambah 20 program lagi untuk diakreditasi tahun ini.

“Maka Insyaallah kalau tidak ada apa-apa, tahun ini kita akan coba untuk 20 lagi diakreditasi oleh mereka,” ujar dia.

Namun, Benny menegaskan penambahan program tidak bisa dilakukan sembarangan. ACGME disebut sangat ketat dalam membatasi jumlah pembukaan program baru demi menjaga mutu pendidikan.

“Maka pada waktu kita akan mengusulkan tambah, mereka pun juga sangat ketat membatasi, tidak bisa seenaknya kita membuka sebanyak-banyaknya, tapi akan dikontrol oleh mereka supaya mutu didikan itu kualitasnya itu terjaga,” katanya.

Menkes Budi Gunadi Sadikin menambahkan, sistem akreditasi internasional ini menjadi instrumen penting untuk memastikan seluruh rumah sakit penyelenggara RSPPU tetap menjaga standar.

“ACGME atau sertifikasi inilah yang melakukan standarisasi untuk agar seluruh rumah sakit itu standarnya tetap (terjaga),” ujarnya.

Adapun daftar RSPPU adalah sebagai berikut:

1. RSJPD Harapan Kita

2. RSAB Harapan Kita

3. RS Dharmais

4. RS Cicendo

5. RS Pusat Otak Nasional

6. RSO Soeharso


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tiba di Kota Amman, Presiden Prabowo disambut diaspora dan mahasiswa
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Bamsoet Dorong Pengembangan Makanan Siap Saji Berteknologi Modern
• 30 menit laludetik.com
thumb
Cak Imin: Lulusan SMK Mulai Diberangkatkan ke Luar Negeri April 2026
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemendagri dan Kementerian PU Percepat Pembangunan KIPP DOB Papua, Target 2028
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
China Batasi Ekspor ke 20 Perusahaan Jepang, Ada Mitsubishi
• 22 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.