Piala Dunia 2026 akan digelar di AS, Meksiko, dan Kanada. Namun, kekhawatiran muncul seiring memanasnya kericuhan di Puerto Vallarta usai kematian raja narkoba Meksiko, Nemesio Oseguera alias El Mencho.
El Mencho tewas dalam serangan militer. Usai kematiannya, kelompok bersenjata pendukung El Mencho membakar sejumlah gedung dan mobil di Puerto Vallarta pada Minggu (22/2).
Namun, Presiden FIFA belum memberi sinyal akan menghilangkan Meksiko dari daftar tuan rumah. Adapun venue yang dipercaya menggelar Piala Dunia di Meksiko adalah Estadio Banorte (Mexico City), Estadio BBVA (Monterrey), dan Estadio Akron (Guadalajara).
"Kami sedang menganalisis, memantau situasi di Meksiko pada hari-hari ini, pada saat-saat ini. Tetapi saya ingin mengatakan sejak awal bahwa kami memiliki kepercayaan total pada Meksiko, pada presidennya Sheinbaum," katanya dikutip dari AFP.
"Kami yakin semuanya akan berlangsung dengan cara terbaik yang mungkin. Kami memiliki beberapa pertandingan dalam satu bulan di Meksiko, babak play-off untuk Piala Dunia, dan Stadion Azteca juga akan diresmikan"
"Jadi dari pihak saya, dari pihak FIFA, kepercayaan mutlak pada Presiden Sheinbaum, di Meksiko. Kami berhubungan secara teratur dengan kepresidenan dan pihak berwenang, dan kami tetap memantau situasinya bagaimanapun juga. Terima kasih," tandasnya.
Tewas usai serangan militer, kematian gembong obat terlarang asal Meksiko, Nemesio Ruben alias El Mencho, memicu kerusuhan di berbagai negara bagian. Ia dilaporkan tewas pada Minggu, 22 Februari 2026. Dalam aksi balasan, 25 anggota Garda Nasional juga dilaporkan tewas.
Usai kematiannya, kelompok bersenjata pendukung El Mencho membakar sejumlah gedung dan mobil di Puerto Vallarta pada Minggu (22/2). Warga di sana pun diminta tetap berada di rumah lantaran kondisi yang begitu kacau. Transportasi serta sekolah turut diliburkan.





