Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja Terinci atas Sinkronisasi, Koordinasi, dan Pengendalian (SKP) Program Kemenko PMK Bidang Pendidikan dan Kesehatan TA 2024 s.d. Triwulan III TA 2025, serta mengawali Pemeriksaan Laporan Keuangan Tahun 2025 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, pada Selasa, 24 Februari 2026.
Kegiatan dimulai dengan prosesi serah terima LHP Audit Kinerja Terperinci oleh Anggota III BPK RI Akhsanul Haq kepada Menko PMK Pratikno, serta penyerahan Laporan Keuangan Kemenko PMK kepada Anggota III BPK RI sebagai bagian dari komitmen transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Sekaligus menandai dimulainya Entry Meeting Pemeriksaan Laporan Keuangan Tahun 2025 (unaudited).
Menko PMK, Pratikno menyampaikan apresiasi atas hasil pemeriksaan kinerja Kemenko PMK oleh BPK. Ia menilai, pemeriksaan yang dilakukan sangat membantu dalam mempertajam fungsi sinkronisasi, koordinasi, dan pengendalian program Kemenko PMK.
"Kami mencatat dengan baik hasil pemeriksaan kinerja SKP 2024. Ini sangat membantu kami untuk mempertajam fungsi SKP, termasuk dalam penguatan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta manajemen risiko," ujar Pratikno dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Rabu, 25 Februari 2026.
Ia menegaskan bahwa digitalisasi dan pemanfaatan teknologi di Kemenko PMK menjadi komitmen utama dalam meningkatkan efektivitas SKP, termasuk melalui penguatan integrasi dan interoperabilitas data lintas sektor.
"Penggunaan teknologi digital memang menjadi komitmen kami. Integrasi data dan interoperabilitas menjadi kunci untuk memastikan fungsi sinkronisasi dan koordinasi berjalan lebih efektif," tegas Pratikno.
Menko PMK juga menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung proses pemeriksaan Laporan Keuangan tahun 2025, termasuk dalam penyediaan data dan informasi yang dibutuhkan oleh tim pemeriksa.
"Kami menyambut baik entry meeting ini dan akan berusaha meningkatkan dukungan, kesiapan data, serta informasi yang dibutuhkan dalam pemeriksaan laporan keuangan 2025. Kami juga mendorong seluruh jajaran internal untuk bekerja sigap," tutur Pratikno.
Ia menambahkan bahwa sejumlah rekomendasi strategis yang disampaikan akan menjadi perhatian serius, termasuk penyempurnaan tata kelola, serta penyelesaian tindak lanjut yang masih menjadi pekerjaan rumah agar tidak menjadi beban di masa mendatang.
"Kami akan berusaha untuk semaksimal mungkin menindaklanjuti saran-saran strategis kepada kami. Kami sangat mengapresiasi dan ini komitmen kami," ucap Pratikno.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota III BPK RI, Akhsanul Haq menyampaikan bahwa pemeriksaan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan untuk memastikan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan efektif, khususnya dalam menilai efektivitas SKP terhadap program Kemenko PMK.
Ia berharap koordinasi yang selama ini telah berjalan baik dapat terus ditingkatkan dalam proses pemeriksaan selanjutnya.
"Kami berharap koordinasi yang sudah selama ini dilakukan dengan baik bisa terus ditingkatkan, sehingga pemeriksaan berikutnya dapat berjalan lancar. Kami juga mohon dukungan dalam penyediaan dokumen dan data pendukung agar proses pemeriksaan dapat terlaksana dengan optimal," kata Akhsanul Haq.
Editor: Redaksi TVRINews





