Perajin mencanting batik tulis bermotif ayat Al Quran di Mahkota Batik Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Rabu (25/2). Pemilik usaha batik setempat membuat produk batik bermotif ayat Al Quran dengan merujuk standar penulisan mushaf ustmani sebanyak 30 juz, guna mengajak masyarakat membaca dan memahami kitab suci Al Quran, selain juga untuk menarik wisatawan.
Proses pembuatan Al Quran batik di Kampung Batik Laweyan, Solo, melalui tahapan panjang layaknya produksi kain batik pada umumnya hingga menjadi satu lembar mushaf.
Tahap awal dilakukan dengan memfotokopi dan memperbesar halaman Al Quran sesuai ukuran yang akan dibatik. Selanjutnya, ayat-ayat tersebut dijiplak menggunakan pensil sebelum ditebalkan dengan lilin panas sebagai bagian dari teknik membatik.
Setelah seluruh ayat dilapisi lilin, bagian tepi lembaran dihias dengan beragam motif batik khas. Tahap berikutnya adalah proses pewarnaan, yang disesuaikan dengan pembagian kategori juz dalam Al Quran.
Selain menjadi daya tarik wisata di Laweyan, pembuatan Al Quran batik ini juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk belajar membaca, sekaligus memahami isi Al Quran melalui medium yang berbeda.
Selain menjadi daya tarik wisata di Kampung Batik Laweyan, kain batik tulis bermotif ayat-ayat Al Quran tersebut juga dirancang sebagai mushaf alternatif yang bertujuan mendorong masyarakat untuk belajar menulis, membaca, serta memahami isi Al Quran.




