BGN Ungkap Banyak Mitra SPPG Mark-Up Harga Bahan Baku Pangan MBG

republika.co.id
18 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mendapat banyak laporan tentang para mitra yang sering me-mark-up harga bahan baku pangan untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia mengingatkan para Kepala SPPG, Pengawas Keuangan, maupun Pengawas Gizi, agar tidak pernah mau berkompromi dengan Mitra SPPG dalam praktik curang yang mencemari program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini.

“Ingat! Kepala SPPG, Pengawas Keuangan, Pengawas Gizi, jangan pernah mau mengikuti kemauan, apalagi malah bekerja sama dengan Mitra SPPG yang me-mark-up harga bahan baku pangan untuk Program MBG ini, apalagi dengan kualitas bahan pangan yang jelek,” kata Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi itu, di Solo, Selasa (24/2/2026) kemarin malam.

Baca Juga
  • BGN Tegaskan Anggaran Bahan Makanan MBG Rp 8.000–Rp10.000, Bukan Rp15.000
  • BGN Luruskan Isu Pembagian MBG pada Waktu Sahur yang Ramai di Medsos
  • Wakil Kepala BGN Bantah Narasi BEM UGM Terkait Keuntungan Mitra MBG

Nanik menyampaikan seruannya dalam Rapat Koordinasi dengan para Kepala SPPG, Pengawas Keuangan, dan Pengawas Gizi se-Solo Raya. Rapat Koordinasi itu dihadiri 933 orang pengelola dapur MBG yang terdiri dari para Kepala SPPG, Pengawas Keuangan, dan Pengawas Gizi, se-Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Karanganyar.

Saat tanya jawab, banyak Kepala SPPG melaporkan tentang mitra yang sering me-mark-up harga di atas HET, dan memaksa mereka menerima bahan baku berkualitas buruk. Mendengar laporan itu, Nanik langsung memerintahkan Koordinator Wilayah Surakarta, Boyolali, Sragen, dan Karanganyar untuk mendata semuanya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Anda keliling, cek langsung ke SPPG-SPPG, di SPPG mana saja yang terjadi mark-up ini,” ujarnya.

Cuan dari Dapur MBG - (Republika)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sejarah Tercipta di Old Trafford: Adzan Menggema di Kandang Manchester United
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Lintasarta Hadirkan AI Marketspace, Jawab Tantangan Integrasi AI di Industri
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Laga Emosional Bernardo Tavares Lawan PSM: Saya 200 Persen untuk Persebaya
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemensos Jelaskan Prosedur Adopsi Anak, Wanti-wanti Tak Lewat Jalur Ilegal
• 19 jam laludetik.com
thumb
Banyak Dikritik karena Tolak Poligami, Wardatina Mawa Tegaskan Suami Berselingkuh dan Berzina
• 23 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.