REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mendapat banyak laporan tentang para mitra yang sering me-mark-up harga bahan baku pangan untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia mengingatkan para Kepala SPPG, Pengawas Keuangan, maupun Pengawas Gizi, agar tidak pernah mau berkompromi dengan Mitra SPPG dalam praktik curang yang mencemari program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini.
“Ingat! Kepala SPPG, Pengawas Keuangan, Pengawas Gizi, jangan pernah mau mengikuti kemauan, apalagi malah bekerja sama dengan Mitra SPPG yang me-mark-up harga bahan baku pangan untuk Program MBG ini, apalagi dengan kualitas bahan pangan yang jelek,” kata Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi itu, di Solo, Selasa (24/2/2026) kemarin malam.
Baca Juga
BGN Tegaskan Anggaran Bahan Makanan MBG Rp 8.000–Rp10.000, Bukan Rp15.000
BGN Luruskan Isu Pembagian MBG pada Waktu Sahur yang Ramai di Medsos
Wakil Kepala BGN Bantah Narasi BEM UGM Terkait Keuntungan Mitra MBG
Nanik menyampaikan seruannya dalam Rapat Koordinasi dengan para Kepala SPPG, Pengawas Keuangan, dan Pengawas Gizi se-Solo Raya. Rapat Koordinasi itu dihadiri 933 orang pengelola dapur MBG yang terdiri dari para Kepala SPPG, Pengawas Keuangan, dan Pengawas Gizi, se-Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Karanganyar.
Saat tanya jawab, banyak Kepala SPPG melaporkan tentang mitra yang sering me-mark-up harga di atas HET, dan memaksa mereka menerima bahan baku berkualitas buruk. Mendengar laporan itu, Nanik langsung memerintahkan Koordinator Wilayah Surakarta, Boyolali, Sragen, dan Karanganyar untuk mendata semuanya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Anda keliling, cek langsung ke SPPG-SPPG, di SPPG mana saja yang terjadi mark-up ini,” ujarnya.