Suasana sore di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, terasa lebih khidmat pada Rabu (24/2). Terdengar lantunan selawat yang menggema syahdu. Polri menggelar buka bersama dan santunan anak yatim piatu bersama dengan insan pers.
Pantauan kumparan di lokasi, acara Buka Puasa Bersama Polri dan Insan Pers ini dibuka dengan penampilan Tim Marawis Brimob Polri.
Tim marawis dari Satuan Korps Brimob Polri tampil ke atas panggung. Menariknya, mereka tetap mempertahankan identitas korps dengan seragam hitam lengkap, namun dipadukan dengan sorban dan peci.
Gema selawat yang mereka lantunkan menambah kekhusyukan suasana Ramadan di lingkungan Mabes Polri. Harmoni tabuhan rebana dan vokal yang jernih menambah khidmat suasana Ramadan.
Acara ini digelar sebagai bentuk silaturahmi antara Korps Bhayangkara dengan awak media. Sebelum acara buka puasa dimulai, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terlebih dahulu turun langsung membagikan takjil kepada pengendara di depan Mabes Polri, disusul dengan pemberian santunan kepada puluhan anak yatim piatu yang hadir di lokasi.
Dalam sambutannya, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya menjaga tali silaturahmi sebagai kekuatan bangsa. Ia secara khusus menyoroti tantangan dunia digital yang kini dihantui oleh misinformasi dan disinformasi.
"Di tengah situasi yang ada, kita sama-sama ketahui bagaimana perkembangan teknologi informasi yang sangat luar biasa. Perkembangan AI (Artificial Intelligence), perkembangan Deepfake, yang mau tidak mau ini memunculkan dampak yang sangat luar biasa," ujar Sigit di hadapan para pimpinan redaksi dan jurnalis.
Sigit menyebut bahwa berdasarkan Global Risk Report, misinformasi kini menjadi ancaman global yang juga merasuk ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Di sinilah, menurutnya, peran pers menjadi krusial sebagai 'oase' informasi yang faktual.
"Harapan kita semua, media sebagai salah satu fungsi yang kita harapkan bisa memberikan pencerahan itu. Karena apa pun, kita harapkan rekan-rekan di media bisa memberikan informasi yang faktual, informasi yang bisa dipercaya, sehingga masyarakat tidak tenggelam dan terbawa oleh misinformasi," tuturnya.
Sigit tak memungkiri bahwa institusi Polri tidaklah sempurna. Ia justru meminta media untuk terus menjadi alat kontrol dan penyambung lidah publik. Baginya, setiap kritik yang ditulis oleh jurnalis adalah alarm bagi Polri untuk segera berbenah.
"Kami menyadari betul bahwa suara pers adalah suara publik. Oleh karena itu, sekecil apa pun suara dari teman-teman, itu adalah jeritan dari masyarakat, keluhan dari masyarakat, aspirasi dari publik, yang mau tidak mau kita harus melakukan langkah cepat, respons cepat untuk menanggapi," tegas Sigit.
Di akhir sambutannya, Kapolri sempat menyampaikan permohonan maaf secara terbuka jika ada tindakan anggotanya di lapangan yang melukai rasa keadilan masyarakat. Ia berjanji akan menindak tegas setiap pelanggaran demi menjaga marwah institusi.
"Kami berjanji terhadap hal-hal yang sifatnya mencederai keadilan publik, apalagi yang sifatnya melakukan pelanggaran, maka kami tidak segan-segan untuk melakukan penindakan tegas," pungkasnya.
Acara dilanjut tausyiah oleh ustaz Das'ad Latif sembari menunggu waktu berbuka puasa.





