Sahur sering kali jadi momen paling menantang bagi orang tua. Anak masih mengantuk, nafsu makan belum muncul, apalagi lihat di piring ada sayur, langsung deh ditolak anak. Akhirnya, supaya cepat habis, menu diganti mi instan, nugget, atau makanan praktis yang penting bikin kenyang. Pernah mengalami ini juga, Moms?
Padahal, nutrisi saat sahur penting untuk mengoptimalkan daya tahan tubuh anak selama puasa. Jika sahur rendah serat dan didominasi karbohidrat cepat, anak memang kenyang sebentar, tapi lebih mudah lemas, lapar, bahkan rentan sakit. Di sinilah peran sayur sebenarnya krusial.
Sahur untuk Mengatur Imun TubuhMenurut Medical Science Director Danone SN Indonesia, dr. Ray Wagiu Basrowi, sahur sebaiknya dipandang lebih dari sekadar waktu makan sebelum puasa.
“Dari sudut pandang imunologi modern, sahur bukan sekadar mengisi energi. Sahur adalah momen mengatur ekosistem usus. Dan pada anak, usus adalah pusat pelatihan sistem imun," katanya dalam keterangan yang diterima kumparanMOM, Rabu (25/2).
Banyak orang tua belum tahu bahwa sekitar 70 persen komponen sistem imun berkaitan dengan saluran cerna. Di dalam usus terdapat triliunan mikroorganisme atau mikrobiota yang berperan penting menjaga kesehatan tubuh. Jadi, apa yang anak makan saat sahur ikut memengaruhi kekuatan imunnya sepanjang hari.
Sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian kaya akan serat pangan. Menariknya, serat ini tidak dicerna langsung oleh tubuh, melainkan menjadi “makanan” bagi bakteri baik di usus.
Artinya, serat yang dimakan saat sahur membantu tubuh anak lebih siap menghadapi infeksi dan stres selama puasa.
Agar lebih mudah dipahami, dr. Ray mengibaratkan usus seperti taman.
“Serat adalah pupuk untuk tanaman baik. Jika taman diberi pupuk yang tepat, tanaman tumbuh subur dan menjaga tanah tetap sehat. Jika pupuk kurang, gulma mudah mengambil alih," kata dr. Ray.
Pada anak yang masih dalam masa tumbuh kembang, “taman” ini masih dibentuk. Apa yang ditanam sekarang akan berdampak jangka panjang pada kesehatannya.
Tips Sahur Sehat yang SimpelTenang, Moms. Sahur sehat tidak harus ribet atau mahal. Kuncinya kombinasi seimbang di piring:
Nasi atau sumber karbohidrat tetap boleh
Tambahkan sayur berwarna (wortel, bayam, brokoli, buncis)
Lengkapi dengan protein (telur, ayam, ikan, tempe, tahu)
Sertakan buah
Kurangi minuman manis berlebihan
Bila perlu, bisa ditambah susu pertumbuhan yang mengandung serat pangan seperti FOS-GOS dan inulin untuk membantu kecukupan serat harian.
Dengan menu seperti ini, anak kenyang lebih lama, perut lebih nyaman, dan energi lebih stabil saat berpuasa.
Jadi, jangan skip sayur saat sahur, ya!





