Australia Jadi Surga Kokain Dunia, Satu dari 20 Warga Pernah Pakai

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Australia muncul sebagai salah satu pasar kokain terbesar di dunia.

Konsumsi meningkat cepat dalam beberapa tahun terakhir dan menjadikan negara tersebut tujuan utama jaringan penyelundupan narkotika internasional. Data terbaru menunjukkan permintaan domestik menjadi faktor utama yang menarik arus pasokan dari luar negeri.

Melansir dari Bloomberg, tingkat penggunaan kokain di Australia tercatat tertinggi secara global. Sekitar satu dari 20 penduduk mengonsumsi kokain setiap tahun. Angka ini berada di atas Amerika Serikat dan menjadikan Australia pasar bernilai tinggi bagi jaringan kriminal internasional.

Permintaan yang tinggi membentuk pola distribusi baru. Kartel memanfaatkan jalur laut dan logistik komersial untuk mengirimkan narkotika dalam jumlah besar. Harga jual kokain di Australia tergolong mahal dibandingkan banyak negara lain sehingga margin keuntungan tetap menarik bagi penyelundup.

Data Alcohol and Drug Foundation mencatat 11,2% warga Australia berusia 14 tahun ke atas pernah menggunakan kokain satu kali atau lebih sepanjang hidup mereka. 4,2% warga Australia berusia 14 tahun ke atas menggunakan kokain dalam 12 bulan terakhir.


Kasus terbaru menunjukkan bagaimana pasokan masuk ke pasar domestik. Aparat menemukan kokain dalam kendaraan impor yang masuk melalui pelabuhan. Operasi ini memperlihatkan metode distribusi yang semakin tersembunyi.

Melansir dari AFP, aparat menyita lebih dari 28 kilogram kokain yang disembunyikan di dalam sebuah bus mewah di Australia Selatan. Barang tersebut ditemukan setelah pemeriksaan kapal pengangkut kendaraan di Outer Harbor. Paket kokain disembunyikan di balik televisi di dalam bus dan terdeteksi melalui pemeriksaan forensik serta anjing pelacak.

Dalam dokumen AFP dijelaskan bahwa nilai pasar kokain tersebut diperkirakan mencapai sekitar AUS$9 juta dengan potensi sekitar 140.000 transaksi tingkat jalanan apabila berhasil beredar.

Penegak hukum menyebut penyelundupan narkotika tetap berlangsung karena keuntungan yang besar. Jaringan kriminal terus mencari celah melalui berbagai metode pengiriman. Penyitaan yang terjadi memperlihatkan skala perdagangan yang terus berlangsung meskipun pengawasan diperketat.

Baca: Ini Gurita Bisnis El Mencho, Bos Kartel Paling Ditakuti di Meksiko

Lonjakan konsumsi memberi dampak langsung pada keamanan domestik. Perdagangan kokain menghubungkan Australia dengan jaringan kriminal lintas negara yang bergerak dalam berbagai aktivitas ilegal, termasuk kekerasan dan pemerasan. Hubungan ini memperluas keterkaitan antara pasar narkotika domestik dan organisasi kriminal internasional.

Kondisi tersebut memperlihatkan struktur ekonomi gelap yang terus berkembang. Permintaan stabil menjaga arus pasokan tetap berjalan. Australia menjadi salah satu titik tujuan utama dalam peta perdagangan kokain global.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sindikat Penjualan Bayi Terbongkar, Belasan Orang Jadi Tersangka
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Berkasnya Sudah di Kejari! Brimob Penganiaya Pelajar Hingga Tewas Terancam 15 Tahun Penjara
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
RI dan Malaysia Wajib Lapor AS soal 5G, Dinilai Jadi Upaya Jegal Teknologi Cina
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
30,97 Juta Warga Jabar Diprediksi Mudik, Arus Terbesar Mengarah ke Jawa Tengah
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Dua Rumah di Asrama Polisi Pekanbaru Ludes Terbakar
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.