Dedi Mulyadi Ungkap Kondisi Terbaru 12 Korban TPPO Asal Jabar Usai Pulang, Gubernur Jabar Terima Kasih pada Sosok ini

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.IDDedi Mulyadi kini ungkap kondisi terbaru 12 korban TPPO asal Jabar usai pulang. Gubernur Jabar terima kasih pada sosok ini.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjemput langsung 12 korban TPPO dari rumah aman TRUK-F di Maumere dan memastikan mereka tiba di Jakarta pada Rabu (25/2/2026).

Terbaru, Dedi Mulyadi ungkap kondisi terbaru 12 korban TPPO asal Jabar usai pulang. Gubernur Jabar terima kasih pada sosok ini.

Belum lama ini, Dedi Mulyadi menjemput 12 korban TPPO di rumah aman milik Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F) yang berada di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia bertatap muka langsung dengan Suster Ika selaku Ketua TRUK-F, yang telah menyelamatkan belasan korban TPPO asal Jawa Barat tersebut.

Dalam pertemuan itu, Dedi Mulyadi sudah menyiapkan tiket penerbangan untuk memulangkan ke-12 warga tersebut ke daerah asalnya. Melalui akun Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa pada Rabu (25/2/2026), seluruh korban TPPO tersebut telah tiba di Jakarta.

“12 warga Jawa Barat sudah kembali, hari ini mereka tiba di Jakarta,” ungkap Dedi Mulyadi.

Selanjutnya, ia memaparkan kondisi terkini para korban TPPO yang sebelumnya berada di NTT tersebut. Setibanya di Jakarta, para korban akan menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.

Selain itu, Gubernur Jawa Barat tersebut juga telah menyiapkan fasilitas pelatihan kerja bagi para korban sebelum mereka dipulangkan ke rumah masing-masing. Di sisi lain, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa proses hukum terkait perkara TPPO tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Ia juga menyatakan kesiapannya untuk menghadirkan para saksi apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dalam proses persidangan di Maumere.

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi kembali menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Suster Ika, Ketua TRUK-F, yang telah membantu menyelamatkan warga Jawa Barat, serta kepada para aktivis yang terus mendorong agar kasus TPPO tersebut diselesaikan hingga tuntas secara hukum.

Alasan Dedi Mulyadi Memulangkan 12 Korban

 

Ketua Tim Hukum Jabar Istimewa, Jutek Bongso, menjelaskan pertimbangan di balik langkah Dedi Mulyadi memulangkan 12 korban TPPO asal Jawa Barat di tengah berlangsungnya proses hukum.

Menurut Jutek, keputusan tersebut dilandasi alasan kemanusiaan. Ia menyebut Dedi melihat kondisi para korban yang telah cukup lama tinggal di rumah aman milik Tim Relawan Kemanusiaan Untuk Flores (TRUK-F) yang dipimpin oleh Suster Fransiska Imakulata.

“Jadi, Pak Gubernur ini bukan ingin mencampuri masalah hukumnya, tapi lebih pada kemanusiaan karena itu warga Jabar dan sudah satu bulan di rumah aman, tidak tahu kapan akan selesai kalau menunggu kasus hukumnya berapa bulan lagi, siapa yang mau menanggung kebutuhan mereka, mereka ini kan tulang punggung keluarganya, jadi lebih banyak ke sana,” ujar Jutek, dikutip dari TribunJabar.id.

Ia menambahkan, daripada para korban terus menunggu proses hukum di rumah aman TRUK-F, Dedi Mulyadi berinisiatif membawa mereka ke Bandung untuk mendapatkan pembinaan serta ditempatkan di rumah aman yang disiapkan pemerintah daerah.

Rencananya, para korban diberangkatkan dari Labuan Bajo, NTT, menuju Jakarta pada Rabu, 25 Februari 2026, sebelum kemudian melanjutkan perjalanan ke Bandung. Setibanya di sana, mereka akan memperoleh pendampingan trauma healing di Rumah Perlindungan UPTD PPA Jawa Barat guna membantu memulihkan kondisi psikologis setelah mengalami eksploitasi.

Pemilik Pub Resmi Jadi Tersangka

Usai Dedi Mulyadi datang ke Maumere untuk menjemput para korban pada Senin (23/2/2026), pihak Polres Sikka menetapkan pasangan suami istri pemilik Eltras Cafe, Bar & Karaoke tempat 13 warga Jawa Barat bekerja sebagai tersangka.

Melansir dari TribunFlores.com, Kasi Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga, menyampaikan bahwa YKGW alias Yoseph dan MAAR alias Arina resmi menyandang status tersangka. Penetapan tersebut dilakukan setelah penyidik mengantongi sedikitnya dua alat bukti yang sah dalam gelar perkara.

"Unsur tindak pidana perdagangan orang dinilai telah terpenuhi. Kami jadwalkan pemanggilan pemeriksaan tersangka pada Kamis (26/2)," tegas Iptu I Nyoman Ariasa, KBO Reskrim Polres Sikka.

Sebelumnya, kasus yang menimpa 13 perempuan asal Jawa Barat yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), sempat menjadi perhatian publik. Para korban awalnya direkrut dengan iming-iming pekerjaan bergaji Rp8 juta hingga Rp10 juta per bulan, lengkap dengan fasilitas tempat tinggal dan layanan gratis.

Namun setelah tiba di lokasi kerja, realitas yang dihadapi berbeda dari janji awal. Mereka disebut dipaksa bekerja di luar kesepakatan kontrak, dibebani biaya tempat tinggal, hanya diberi makan sekali sehari, serta dilarang meninggalkan area tempat hiburan tersebut.

 

Tak hanya itu, para korban juga diduga mengalami kekerasan seksual dan dipaksa melayani tamu. Jika menolak, mereka dikenai denda antara Rp2,5 juta hingga Rp5 juta.

Merasa tertipu dan tertekan secara mental akibat situasi tersebut, salah satu korban akhirnya mencari pertolongan kepada Suster Ika, Ketua Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F). TRUK-F merupakan lembaga advokasi di bawah naungan Gereja Katolik yang berfokus pada pendampingan serta perlindungan korban kekerasan.

Setelah kasus ini ramai diperbincangkan, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut turun tangan menangani persoalan tersebut. Ia juga sempat berkoordinasi dengan Suster Ika, biarawati yang membantu menyelamatkan 13 warga Jawa Barat itu. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Veil of Elegance, Destinasi Inspirasi Wedding Premium 2026
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
5 Rutinitas Malam yang Bisa Memperbaiki Kualitas Tidur
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
Polda Metro Jaya Tangkap Debt Collector yang Tusuk Pria di Tangsel
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Padahal Belum Dinaturalisasi, Winger Muda Australia Ini Sudah Sebut-Sebut soal Suporter Timnas Indonesia
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Kapolres Tual Terkena Anak Panah, Kini Dirawat
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.