Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merespons sorotan publik terkait kondisi trotoar di kawasan Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, yang viral setelah diunggah seorang warga negara asing di media sosial.
Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Siti Dinarwenny mengatakan, lokasi trotoar tersebut telah masuk dalam pemantauan pihaknya.
“Lokasi trotoar yang menjadi perhatian publik melalui unggahan seorang WNA tersebut telah masuk dalam pemantauan Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta,” kata Wenny saat dikonfirmasi, Rabu (25/2).
Sebelumnya, seorang warga negara asing membagikan pengalamannya berjalan kaki bersama keluarganya di ibu kota melalui media sosial.
“Berjalan kaki di Jakarta itu nggak pernah membosankan. ada pengaturan lalu lintas dadakan, navigasi dibantu warga sekitar, rintangan di mana-mana, medan yang berubah-ubah, sekalian jadi latihan fisik terpadu. Semua dijalani di tengah udara Jakarta yang panas dan lembap. Bukan buat yang mentalnya lemah," tulisnya dalam keterangan unggahan pada akun Instagram @theibuedit.
Diketahui, lokasi yang disorot tersebut berada di kawasan Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, tepatnya di sekitar Paradise Executive.
Wenny mengungkap, berdasarkan pengecekan lapangan di sekitar kawasan tersebut, ditemukan sejumlah persoalan pada jalur pedestrian.
Ia menjelaskan, beberapa temuan di antaranya keberadaan manhole milik operator pada jalur pejalan kaki, pohon berukuran besar yang mengganggu akses, kerusakan trotoar akibat pertumbuhan akar, serta penggunaan trotoar untuk parkir kendaraan.
“Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, terdapat beberapa kondisi yang menjadi perhatian, antara lain: Adanya manhole milik operator pada jalur pedestrian; Keberadaan pohon berukuran besar yang mengganggu akses pejalan kaki; Kondisi trotoar yang rusak atau terangkat akibat pertumbuhan akar pohon; dan Pemanfaatan trotoar yang tidak sesuai peruntukan, seperti digunakan untuk parkir kendaraan,” ujar Wenny.
Sebagai tindak lanjut, kata Wenny, Dinas Bina Marga telah memulai perbaikan material trotoar sejak Selasa (24/2) dan prosesnya masih berlangsung.
“Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta secara bertahap telah melaksanakan perbaikan material trotoar yang mengalami kerusakan sejak Selasa (24 Februari 2026) dan proses tersebut masih terus berlangsung,” ucap dia.
Selain itu, manhole yang sebelumnya mengganggu jalur pedestrian disebut sudah ditangani.
“Adapun manhole milik operator yang sebelumnya mengganggu jalur pedestrian saat ini telah ditutup, sehingga trotoar dapat kembali digunakan dengan lebih aman dan nyaman,” katanya.
Ke depan, kata Wenny, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan operator utilitas agar permukaan manhole rata dengan trotoar serta dengan instansi terkait untuk mencegah penyalahgunaan trotoar.
“Terkait pemanfaatan trotoar yang tidak sesuai peruntukannya, Dinas Bina Marga juga akan berkoordinasi dengan perangkat daerah dan instansi terkait guna memastikan kondisi tersebut tidak kembali terulang,” ujarnya .
Ia juga mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas umum agar tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
“Kami turut mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memanfaatkan fasilitas umum sesuai dengan fungsinya, demi terciptanya kenyamanan dan keselamatan bersama,” tutupnya.





