CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Hujan di wilayah Antang, Kecamatan Manggala, berdampak langsung pada pelaku usaha kecil. Selain menghambat akses jalan dan aktivitas warga, genangan air membuat omzet pedagang turun drastis hingga 70 persen dalam dua hari terakhir.
Ratna, warga yang bermukim di Antang sejak 1999 dan telah berjualan sekitar 20 tahun, merasakan penurunan pendapatan signifikan saat banjir datang. Dalam kondisi normal, ia mampu meraup omzet hingga Rp1 juta per hari dari penjualan gorengan seharga Rp5.000 per empat biji.
Namun saat Jalan Nipa-Nipa dan sekitarnya tergenang, penghasilannya tidak menentu.
“Setiap hari rerata jualan tidak pasti, tapi bisa mencapai Rp1 juta. Tapi kalau banjir, turun kadang cuma dapat Rp600 ribu, kadang Rp300 ribu,” ujarnya.
Penurunan omzet terjadi karena kendaraan roda dua dan roda empat enggan berhenti saat akses jalan terendam. Kondisi ini membuat warung sepi pembeli.
“Dampaknya kendalanya kan warung tutup. Kendaraan tidak mau mampir,” katanya.
Meski banjir masih berlangsung dalam dua hari terakhir, Ratna tetap bertahan berjualan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ia memilih menutup usaha sementara saat genangan tinggi.
Ia menyebut banjir di kawasan tersebut merupakan kejadian rutin setiap musim hujan.
“Banjir ini sudah setiap tahun langganan, kurang tahu juga apa penyebabnya yang jelas dari dulu sebelum banyak rumah sudah banjir. Mau dia hujan sedang, lebat, tetap banjir,” bebernya.
Ratna berharap ada penanganan serius agar aktivitas ekonomi warga tidak terus terganggu. Ia menyoroti kondisi selokan yang dinilai memperlambat surutnya air.
“Harapannya kendalanya selokan di sini harus diperbaiki, karena itu memperlambat turunnya air. Selain itu perumahan juga yang dibangun sekitar sini harus mengupayakan aliran air mereka secara seksama, sehingga tidak turun ke rumah warga,” tutupnya.
Banjir yang berulang tak hanya menjadi persoalan infrastruktur, tetapi juga ancaman nyata bagi keberlangsungan usaha kecil di kawasan tersebut. Jika tak segera dibenahi, dampaknya berpotensi menekan ekonomi warga lebih dalam setiap musim hujan tiba.
Laporan: Rifki




