Penulis: Paul Tengko
TVRINews, Sumba Timur
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumba Timur terus menunjukkan perkembangan signifikan. Berdasarkan data terbaru hingga akhir Februari 2026, total penerima manfaat dari jenjang pendidikan TK hingga SMA mencapai 11.586 siswa.
Rinciannya, jenjang TK sebanyak 483 siswa, SD 4.585 siswa, SMP 2.056 siswa, dan SMA 4.462 siswa. Jumlah tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam memperluas akses pemenuhan gizi bagi peserta didik di daerah tersebut.
Tak hanya melayani peserta didik, ke depan program MBG juga akan menyentuh kelompok rentan lainnya, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Langkah ini dinilai strategis dalam upaya pencegahan stunting serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sejak dini.
Dari sisi infrastruktur layanan, hingga akhir Februari 2026 tercatat sekitar empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aktif beroperasi di wilayah Sumba Timur. Mayoritas SPPG tersebut dikelola oleh masyarakat dan yayasan, menunjukkan adanya partisipasi aktif komunitas lokal dalam mendukung keberlanjutan program.
Program MBG juga memberikan dampak ekonomi yang luas. Sebanyak 200 tenaga kerja lokal terserap di seluruh rantai distribusi, mulai dari kepala SPPG, ahli gizi, ahli akuntan, koordinator lapangan, juru masak, tenaga keamanan hingga pengemudi. Kehadiran program ini tidak hanya memperkuat ketahanan gizi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
Di sektor kemitraan, tercatat 42 supplier lokal terlibat, di antaranya pelaku UMKM, petani lokal, kelompok tani, BUMDes, hingga pedagang pasar. Kolaborasi ini mendorong perputaran ekonomi daerah sekaligus memperkuat ekosistem pangan lokal yang berkelanjutan.
Ke depan, fokus program tidak lagi semata pada penambahan jumlah penerima manfaat, tetapi juga pada pemerataan layanan hingga wilayah terpencil dan kepulauan. Selain itu, penguatan mutu dan keamanan pangan, keberlanjutan layanan bagi kelompok prioritas, serta peningkatan tata kelola dan integrasi data lintas sektor menjadi perhatian utama.
Secara keseluruhan, MBG di Sumba Timur dinilai sebagai program strategis yang tidak hanya memperkuat pemenuhan gizi anak dan kelompok rentan, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal secara nyata.
Editor: Redaksi TVRINews





