Beban ekonomi kelompok usia produktif di Indonesia kian meningkat seiring membesarnya fenomena sandwich generation. Data Prudential Indonesia mencatat sekitar 41 juta penduduk Indonesia berada dalam kategori tersebut, dengan dominasi generasi milenial dan Gen Z, yang menanggung kewajiban finansial lintas generasi dalam satu waktu.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, mengatakan tekanan ekonomi yang dihadapi kelompok usia produktif tidak hanya berasal dari kebutuhan pribadi, tetapi juga kewajiban membiayai orang tua dan anak secara bersamaan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menggerus daya tahan finansial rumah tangga dalam jangka panjang.
“Dari data tersebut yang menjadi concern adalah bahwa beban finansial yang harus ditanggung makin lama makin tinggi. Bukan hanya dari sisi finansial, tetapi juga ada beban mental karena tanggung jawab yang luar biasa itu,” ujar Karin dalam acara peluncuran produk Prudential di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Baca Juga: Prudential dan Standard Chartered Luncurkan PRUTreasure Dollar, Asuransi Jiwa Berbasis USD
Menurut dia, tekanan ekonomi tersebut muncul di tengah biaya hidup yang terus meningkat dan ketidakpastian ekonomi yang masih berlangsung. Hal ini menempatkan generasi usia produktif sebagai kelompok paling rentan terhadap risiko keuangan jangka panjang, terutama jika tidak memiliki perencanaan yang memadai.
Survei internal Prudential menunjukkan adanya pergeseran pola pikir generasi muda terhadap perencanaan keuangan. Sekitar 82% anak muda Indonesia tercatat sudah mulai memikirkan rencana keuangan, sementara 88% menyatakan ingin memiliki perlindungan dan perencanaan masa depan agar tidak menjadi beban keluarga.
“iset tersebut mengindikasikan meningkatnya kesadaran ekonomi di kalangan generasi muda, meskipun masih terdapat tantangan pada tahap implementasi. Karin menyebut sebagian besar responden mengaku masih kebingungan menentukan titik awal perencanaan keuangan jangka panjang.
“Bagi saya ini encouraging karena anak-anak muda sudah memikirkan masa depannya. Namun yang menjadi tantangan adalah mereka bingung harus mulai dari mana,” ujarnya.
Dalam konteks ekonomi makro, meningkatnya kesadaran perencanaan keuangan dinilai berperan penting dalam menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga dan ketahanan ekonomi nasional. Ketidaksiapan finansial kelompok usia produktif berisiko memperlebar tekanan sosial dan meningkatkan ketergantungan antaranggota keluarga di masa depan.
Seiring dengan kondisi tersebut, sektor asuransi dinilai memiliki peran sebagai salah satu instrumen mitigasi risiko ekonomi jangka panjang. Prudential Indonesia kemudian memperkenalkan produk asuransi jiwa PRUMapan yang ditujukan bagi usia produktif, khususnya kelompok sandwich generation, untuk menyediakan perlindungan jiwa sekaligus dana masa depan.
Baca Juga: Sandwich Generation, 77% Pekerja Indonesia Ingin Tetap Bekerja Setelah Pensiun
PRUMapan menawarkan manfaat dana dengan jaminan hingga 5,8 kali premi tahunan, masa pertanggungan hingga usia 75 tahun, serta perlindungan risiko meninggal dunia dengan tambahan manfaat kecelakaan hingga Rp2 miliar. Produk ini juga menyediakan skema kemudahan akses melalui Guaranteed Issuance Offer (GIO) dan Simplified Issuance Offer(SIO).
Dari sisi premi, PRUMapan menetapkan premi tahunan mulai Rp2,2 juta untuk nasabah usia 19–29 tahun dan Rp4,4 juta untuk usia 30–45 tahun.





