Yogyakarta (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menambah pasokan elpiji 3 kilogram di Jawa Tengah sebanyak 710.160 tabung untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat selama Ramadhan 1447 H.
"Tambahan 710.160 tabung akan disalurkan secara bertahap mulai hari ini hingga minggu depan dan akan terus kami evaluasi sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan," ujar Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan dalam keterangannya di Yogyakarta, Rabu.
Taufiq menjelaskan tambahan pasokan tersebut merupakan "extra dropping" atau penyaluran di luar alokasi harian reguler yang telah ditetapkan.
Kebijakan itu diambil berdasarkan hasil evaluasi bersama pemerintah daerah menyusul tren peningkatan konsumsi elpiji 3 kilogram selama bulan Ramadhan.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga gelar promo pengguna energi hijau setiap Rabu
Baca juga: Pertamina tambah alokasi elpiji 3 kg di tiga kabupaten selama Ramadhan
Menurut dia, tambahan pasokan tersebut memperkuat stok di pangkalan resmi sehingga masyarakat tetap memperoleh elpiji 3 kg sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Taufiq mengimbau masyarakat membeli elpiji bersubsidi di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai HET.
Masyarakat juga diminta tidak membeli elpiji kg dengan harga yang melambung tinggi di atas HET guna menghindari praktik penjualan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Pembelian di pangkalan resmi, menurut Taufiq, menjadi langkah paling sederhana untuk memastikan harga tetap sesuai ketentuan, yakni Rp18.000 per tabung.
"Secara rata-rata, di setiap desa atau kelurahan terdapat sembilan hingga 10 pangkalan resmi elpiji 3 kilogram yang telah terdaftar dan diawasi, sehingga akses masyarakat terhadap elpiji subsidi tetap terjaga," ujar Taufiq.
Baca juga: Purbaya pastikan kompensasi untuk Pertamina dan PLN segera cair
Baca juga: Pertamina Patra Niaga hadirkan program BOOM bagi pengemudi ojek online
"Tambahan 710.160 tabung akan disalurkan secara bertahap mulai hari ini hingga minggu depan dan akan terus kami evaluasi sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan," ujar Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan dalam keterangannya di Yogyakarta, Rabu.
Taufiq menjelaskan tambahan pasokan tersebut merupakan "extra dropping" atau penyaluran di luar alokasi harian reguler yang telah ditetapkan.
Kebijakan itu diambil berdasarkan hasil evaluasi bersama pemerintah daerah menyusul tren peningkatan konsumsi elpiji 3 kilogram selama bulan Ramadhan.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga gelar promo pengguna energi hijau setiap Rabu
Baca juga: Pertamina tambah alokasi elpiji 3 kg di tiga kabupaten selama Ramadhan
Menurut dia, tambahan pasokan tersebut memperkuat stok di pangkalan resmi sehingga masyarakat tetap memperoleh elpiji 3 kg sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Taufiq mengimbau masyarakat membeli elpiji bersubsidi di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai HET.
Masyarakat juga diminta tidak membeli elpiji kg dengan harga yang melambung tinggi di atas HET guna menghindari praktik penjualan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Pembelian di pangkalan resmi, menurut Taufiq, menjadi langkah paling sederhana untuk memastikan harga tetap sesuai ketentuan, yakni Rp18.000 per tabung.
"Secara rata-rata, di setiap desa atau kelurahan terdapat sembilan hingga 10 pangkalan resmi elpiji 3 kilogram yang telah terdaftar dan diawasi, sehingga akses masyarakat terhadap elpiji subsidi tetap terjaga," ujar Taufiq.
Baca juga: Purbaya pastikan kompensasi untuk Pertamina dan PLN segera cair
Baca juga: Pertamina Patra Niaga hadirkan program BOOM bagi pengemudi ojek online





