Polisi Selidiki Ancaman Bom Kedua Saat Tur Shen Yun di Australia

erabaru.net
12 jam lalu
Cover Berita

Berita ini muncul hanya sehari setelah Perdana Menteri Anthony Albanese terpaksa dievakuasi setelah ancaman kekerasan ditujukan kepadanya.

EtIndonesia. Polisi Australia mengonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki ancaman bom lainnya yang belum diverifikasi, kali ini di Gold Coast Home of the Arts (HOTA), yang menjadi tuan rumah pertunjukan Shen Yun Performing Arts yang berbasis di New York.

Berita ini muncul hanya sehari setelah Albanese terpaksa dievakuasi dari kediaman resminya akibat ancaman bom.

“Sebagai tindakan pencegahan, polisi memerintahkan evakuasi sejumlah bangunan,” kata juru bicara Kepolisian Queensland kepada The Epoch Times mengenai situasi di HOTA pada 23 Februari, tepat setelah tengah hari.

“Beberapa tim dikerahkan dan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap lokasi.

“Tidak ditemukan barang mencurigakan, dan bangunan dinyatakan aman.”

Tempat tersebut dibuka kembali untuk umum sekitar pukul 14.00.

Polisi mengatakan penyelidikan atas insiden tersebut masih berlangsung.

BACA JUGA : Perdana Menteri dan Shen Yun Terima Ancaman Bom, PM Australia Albanese Dievakuasi dari Kediaman Resminya

BACA JUGA : Anggota Parlemen Australia Bereaksi atas Evakuasi PM Albanese Akibat Ancaman Bom, Soroti Teror Terhadap Shen Yun

Shen Yun Performing Arts adalah perusahaan tari dan musik klasik Tiongkok yang selama bertahun-tahun menjadi target penindasan oleh Partai Komunis Tiongkok.

Shen Yun didirikan oleh praktisi disiplin spiritual Falun Gong dan menampilkan 5.000 tahun peradaban Tiongkok, sekaligus menggambarkan penganiayaan Partai Komunis Tiongkok terhadap latihan tersebut.

Email terkait Albanese ditulis dalam bahasa Mandarin dan mengancam keselamatannya serta mengancam akan meledakkan bahan peledak di The Lodge jika pertunjukan Shen Yun diizinkan untuk terus berlangsung di seluruh Australia.

“Jika Anda bersikeras melanjutkan pertunjukan, maka kediaman perdana menteri akan diledakkan menjadi reruntuhan dan darah akan mengalir seperti sungai,” demikian bunyi email kedua tersebut.

Lucy Zhao dari Asosiasi Falun Dafa Australia mengeluarkan pernyataan pada 25 Februari yang mengutuk kampanye Partai Komunis Tiongkok yang mana semakin meningkat terhadap Shen Yun dan Falun Gong.

“Pola terkoordinasi dari ancaman bom, ancaman pembunuhan, dan intimidasi sistematis ini lebih dari sekadar pelecehan—ini mencerminkan taktik intimidasi yang disponsori negara yang dirancang untuk membungkam perbedaan pendapat di luar perbatasan Tiongkok,” katanya.

“Selama dua tahun terakhir, lebih dari 150 ancaman bom dan pembunuhan telah menargetkan pertunjukan Shen Yun dan anggota komunitas Falun Gong di Amerika Serikat, Kanada, Eropa, Taiwan, dan masyarakat demokratis lainnya.

“Beberapa ancaman ini telah dilacak ke sumber di Tiongkok. Skala, pengulangan, dan koordinasi global dari ancaman ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang operasi campur tangan asing yang bertujuan menekan kebebasan yang dilindungi di negara-negara demokratis.”

Zhao juga meredakan kekhawatiran tentang keselamatan publik.

“Tidak satu pun pertunjukan dibatalkan sebagai akibatnya, dan juga tidak terjadi cedera fisik,” katanya.

“Tujuan dari ancaman ini adalah intimidasi psikologis—untuk menanamkan ketakutan, menekan tempat pertunjukan, dan merusak kebebasan demokratis. Upaya-upaya ini telah gagal,” pungkasnya. 

Artikel ini sebelumnya terbit di The Epoch Times edisi Bahasa Inggris


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dikawal Jet Tempur F-16, Kedatangan Prabowo di Yordania Disambut Upacara Kehormatan Tinggi
• 14 jam laludisway.id
thumb
Bank Mega Gelar Edukasi Coretax Pajak ke Nasabah
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
21 Tahun Sastia Berkarier di Jepang, Ilmuwan Diaspora Ini Tetap Pertahankan Paspor Indonesia
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Kian Kuat di Jejaring, Jaecoo Punya Dealer 3S Baru di Jakbar
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Momen Raja Abdullah II Sopiri Presiden Prabowo ke Bandara
• 12 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.