Di Jepang ia bekerja sebagai peneliti sekaligus associate professor di University of Osaka Jepang. Perjalanannya sampai ke Jepang pun sangat menginspirasi.
Melalui unggahan instagramnya @sas.tiaputri, ia menceritakan jika perjalanannya ke Jepang tidak mudah. Pun ia mengaku jika bisa sampai di Jepang karena bantuan beasiswa.
Namun, beasiswa yang ia dapatkan bukanlah dari pemerintah Indonesia. Melainkan dari pemerintah Jepang.
Lewat unggahan instagramnya itu, ia menyatakan bangga sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Bahkan meski telah berkarier 21 tahun di Jepang, ia tetap mempertahankan paspor Indonesia.
"21 tahun di Jepang bangga masih paspor Indonesia," tulis Sastia dikutip Rabu 25 Februari 2026.
Selama ini di Jepang ia mengerjakan penelitian terkait pangan tempe yang sangat khas Indonesia. Lewat risetnya tempe didorong sebagai inovasi yang mendunia.
Ia juga mengaku berperan dalam meningkatkan ekspor komoditas prioritas Indonesia ke Jepang. Sebagai peneliti pun kini ia juga menjadi tenaga pengajar di jepang.
"Mendidik puluhan mahasiswa Indonesia yang sudah dan akan kembali ke Tanah Air," ungkapnya.
Unggahan itu dibubuhi caption oleh Sastia. "Jangan lelah mencintai Indonesia.
Disclaimer: tidak ada ikatan dinas dan ketika studi dapat beasiswa penuh dari pemerintah Jepang," tulisnya. Unggahan Disukai Wamendiktisaintek Unggahan tersebut ternyata disukai oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie. Stella bahkan mengomentari unggahan Sastia.
"Jika kita menggunakan beasiswa LPDP dengan tepat, akan lebih banyak lagi yang seperti Mbak Sastia," tulis Stella.
Kontroversi mengenai beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) belakangan hangat diperbincangkan. Usai pasangan suami istri alumni penerima beasiswa LPDP yang sedang disorot. Pasangan itu adalah Arya Iwantoro dan Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas.
Tyas disebut membuat geram karena memamerkan status kewarganegaraan anaknya dan mengeluarkan pernyataan "Cukup aku saja yang WNI, anakku jangan" yang dinilai melukai hati rakyat Indonesia.
Baca juga: Alumni: Penerima Beasiswa LPDP Gen Z dan Milenial, Kuranginlah Flexingnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)





