Kemendagri Dorong Pemprov Jawa Tengah Perkuat Inovasi Melalui Policy Brief

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) memperkuat inovasi daerah melalui penyusunan policy brief sebagai instrumen strategis dalam membangun kebijakan berbasis bukti (evidence based policy). Hal ini disampaikan Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo dalam audiensi virtual bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jateng dari Kantor BSKDN pada Rabu, 25 Februari 2026. 

Yusharto menegaskan inovasi daerah perlu ditransformasikan menjadi kebijakan publik yang berkelanjutan dan terintegrasi dalam tata kelola pemerintahan. Sehingga, diperlukan instrumen analisis yang mampu melegitimasi invensi agar dapat diimplementasikan sebagai inovasi yang solutif dan berdampak nyata.

Dia menjelaskan inovasi adalah invensi yang digunakan untuk menjawab persoalan aktual, baik kondisi saat ini maupun tantangan ke depan. Namun, agar inovasi tersebut tidak berhenti sebagai praktik baik semata, diperlukan policy brief sebagai landasan analisis kebijakan yang memastikan solusi tersebut layak, terukur, dan berkelanjutan. 

"Inovasi adalah invensi yang digunakan untuk menyelesaikan masalah atau menjadi solusi atas permasalahan yang sudah dirasakan saat ini bukan masa lalu, dan juga  mungkin untuk sifatnya responsif untuk masa yang akan datang," ungkap Yusharto, dalam keterangannya, dilansir dari Antara, Rabu, 25 Februari 2026.
  Baca Juga:  Kemendagri Minta TPID Turun ke Pasar Jaga Stabilitas Harga
Dia menjelaskan policy brief menjadi jembatan antara invensi dan inovasi, sekaligus memastikan kebijakan yang diambil tidak sekadar didasarkan pada intuisi atau kepentingan jangka pendek, melainkan pada bukti ilmiah, data empiris, serta praktik terbaik yang telah teruji. Dengan pendekatan ini, risiko kegagalan kebijakan dapat ditekan dan penggunaan sumber daya menjadi lebih optimal.

Yusharto menekankan pentingnya peran BRIDA sebagai institusi yang secara kelembagaan memiliki mandat memperkuat fungsi penelitian dan pengembangan di daerah. Menurut dia, BRIDA perlu menjadi motor penggerak dalam mengintegrasikan fungsi kelitbangan, memperbaiki tata kelola riset dan inovasi, serta memastikan setiap inovasi memiliki dukungan analisis kebijakan yang kuat.

"Dengan dukungan policy brief inovasi tidak lagi berhenti hanya sebagai program sektoral melainkan bisa berkembang menjadi instrumen kebijakan strategis yang mengarahkan pada tata kelola secara lebih adaptif dan progresif untuk mendukung pembentukan kebijakan publik di daerah," tegas dia.

Dia juga mengaitkan penguatan inovasi daerah dengan agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045. Dia menyampaikan capaian daya saing dan inovasi Indonesia di tingkat global menuntut kerja yang lebih cepat dan lebih terstruktur dari seluruh tingkatan pemerintahan.

“Untuk tetap berada di posisi yang sama, kita harus berlari lebih cepat. Dalam konteks inovasi pemerintahan, artinya kita harus terus melakukan pembaruan, memperkuat tata kelola, serta memastikan setiap inovasi memiliki dasar kebijakan yang kuat,” ujar dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Perkuat Kerja Sama RI-Yordania Tangani Krisis Kemanusiaan Gaza dan Tepi Barat
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Said Didu Sebut Presiden Prabowo Berada di Titik "To Kill or To Be Killed"
• 21 jam lalusuara.com
thumb
Hari Ini Prabowo Bertemu Raja Yordania, Abdullah II Bahas Pendidikan hingga Isu Timur Tengah
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
MBG: Makan Bergizi dan Susu untuk Anak Disabilitas Menuju Indonesia Emas
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
InterActive Group Gandeng Telkom hingga BRI Percepat Transformasi Digital
• 15 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.