Jakarta: Polres Metro Jakarta Pusat segera mengetes urine pengendara mobil Toyota Calya yang ugal-ugalan hingga menabrak sejumlah sepeda motor di Gunung Sahari. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ada tidak pengaruh narkoba.
"Segera akan kami lakukan pengecekan khususnya tes urine maupun cek kesehatan terhadap pengemudi, apakah ada indikasi menggunakan barang-barang yang dilarang atau berdampak di dalam hal membuat pengemudi jadi ugal-ugalan atau lalai dalam melaksanakan ataupun menjalani kendaraannya tersebut," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung kepada wartawan, Rabu, 25 Februari 2026.
Reynold mengatakan saat ini pelaku telah diamankan di Poslantas Kemayoran, Jakarta Pusat. Berikut penumpang seorang wanita dalam mobil tersebut.
Baca Juga :
Polisi juga membawa kendaraan pelaku. Selain itu, polisi lalu lintas mengevakuasi korban-korban di kejadian untuk dibawa ke rumah sakit.
"Itu perintah saya langsung supaya segera memberikan ketenangan kepada masyarakat dan lalu lintas berjalan dengan lancar kembali," ujar Reynold.
Reynold menyebut akibat peristiwa ini sejumlah motor tertabrak. Namun, berdasarkan data sementara ada pula korban perempuan terserempet mobil Toyota Calya tersebut.
"Namun kami akan tetap data. Intinya perintah saya segera evakuasi bilamana ada korban di lapangan, bawa ke rumah sakit segera," ujar Reynold.
Aksi pengemudi Toyota Calya melaju ugal-ugalan di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, viral di media sosial. Dok. Istimewa
Reynold menuturkan insiden kecelakaan ini terjadi sore tadi sekitar pukul 17.15 WIB. Saat itu, personil lalu lintas sedang mengatur lalu lintas di Jalan Gunung Sahari. Kemudian, terlihat ada sebuah Toyota Cayla berwarna hitam yang mengemudi secara ugal-ugalan.
Setelah menabrak sejumlah motor, pelaku melaju berbalik arah. Masyarakat setempat yang geram langsung mengejar pelaku. Polisi yang mengatur lalu lintas ikut berlari agar tidak berdampak kepada pengendara-pengendara lainnya.
"Dilakukan pengejaran dan sampai berbalik arah dari arah Gunung Sahari yang menuju Senen. Warga pun geram yang ikut mengejar," ungkap Reynold.




