JAKARTA, KOMPAS.TV- Sebanyak 76,24 juta orang diprediksi menggunakan mobil pribadi saat mudik Lebaran 2026. Angka ini menjadikan mobil sebagai moda transportasi paling dominan pada periode Angkutan Lebaran tahun ini.
Data tersebut berdasarkan survei nasional Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pun mengingatkan tingginya penggunaan kendaraan pribadi berpotensi memicu kemacetan panjang serta meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan transportasi umum guna meningkatkan keselamatan, mengurangi kemacetan, serta menekan risiko kecelakaan karena mobilitas tinggi selama Lebaran,” kata Dudy dalam keterangan tertulisnya, dikutip Rabu (25/2/2026).
Baca Juga: Tol Prambanan–Purwomartani Diprediksi Jadi Titik Rawan Macet saat Mudik 2026
Selain mobil pribadi, survei mencatat 24,08 juta orang diperkirakan menggunakan sepeda motor dan 23,34 juta orang memilih bus.
Untuk jalur perjalanan, mayoritas pengguna mobil diprediksi melintasi jalan tol dengan jumlah mencapai 50,63 juta orang. Sementara itu, pengguna sepeda motor banyak memilih jalur alternatif non-utama, sekitar 8,65 juta orang.
Lonjakan kendaraan pribadi, khususnya di ruas Tol Trans-Jawa dan jalur arteri utama, berpotensi menimbulkan penyempitan arus (bottleneck) di sejumlah titik rawan.
Secara keseluruhan, total pergerakan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,91 juta orang atau sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia.
Baca Juga: ASDP Beri Diskon Tiket Mudik dan Terapkan Single Tarif Merak-Bakauheni
Penulis : Dina Karina Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- mudik lebaran 2026
- mudik kendaraan pribadi
- jumlah pemudik jawa barat
- jumlah pemudik jawa tengah
- arus mudik 2026
- menteri perhubungan





