Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), merendam Jalan Trans Flores di sekitar Desa Woedoa. Akibatnya, arus lalu lintas di jalur utama tersebut sempat lumpuh selama beberapa jam.
Tingginya curah hujan memicu luapan sungai-sungai kecil di sekitar ruas Jalan Nangaroro–Aegela hingga membanjiri badan jalan. Banjir yang berlangsung sekitar dua jam ini turut merendam sejumlah rumah warga yang berada di area bawah jalan.
Tingginya genangan air memaksa kendaraan berhenti total sehingga memicu kelumpuhan lalu lintas. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat langsung turun ke jalan untuk mengatur laju kendaraan guna mencegah ada yang terseret arus.
Hujan Tiga Hari Berturut-turut, Sekolah dan Rumah Warga Jimbaran Tergenang
Selain banjir, longsor juga dilaporkan terjadi di beberapa titik pada sisi tebing (punggung jalan). Material longsoran ini berpotensi mengancam dan menutupi badan Jalan Trans Flores.
Warga setempat khawatir curah hujan yang terus berlanjut ditambah kondisi tanah yang labil dapat memicu jalan ambrol. Oleh karena itu, pihak BPBD mengimbau para pengendara untuk selalu berhati-hati saat melintas dan terus memantau informasi resmi terkait prakiraan cuaca serta kondisi jalan.
(Nada Nisrina)




