BSDE Sebut Penjualan Rumah Tapak Turun di 2025, Ini Biang Keroknya

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) mencatat realisasi penjualan rumah tapak sepanjang 2025 mengalami penurunan akibat tekanan sentimen kebijakan ekonomi global. 

Adapun, pelemahan ini dipicu oleh disrupsi kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang membuat pasar investasi properti cenderung melambat.

Direktur PT Bumi Serping Damai Tbk. (BSDE), Hermawan Wijaya menjelaskan realisasi penjualan rumah tapak sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp4,19 triliun. Posisinya turun sekitar 22% dibanding dengan realisasi penjualan pada 2024 sebesar Rp5,39 triliun.

"Memang 2025 ini salah satu tahun yang cukup challenging ya. Dari April mungkin gitu ya, dari gonjang ganjing tarif Trump itu sampai akhir tahunnya juga masih begitu ya,” kata Hermawan dalam Konferensi Pers di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Meski demikian, sentimen tarif tersebut diklaim hanya berdampak pada perilaku konsumen dari kalangan investor. Sementara itu, konsumen segmen end user dinilai tetap konsisten melakukan pembelian karena faktor kebutuhan. 

Kondisi tersebut juga didukung oleh ketersediaan tingkat suku bunga yang cukup rendah serta penawaran tenor cicilan yang lumayan panjang.

Baca Juga

  • Bocoran BSDE soal Pengembangan Jalur MRT Jakarta Tembus Tangsel
  • Bumi Serpong Damai (BSDE) Bidik Marketing Sales Rp10 Triliun pada 2026
  • Asa Bumi Serpong Damai (BSDE) Lanjutkan Pertumbuhan Marketing Sales

“Karena bagi customer atau bagi buyer, end user itu sebenarnya bagi mereka adalah berapa sih kemampuan cicilan yang mereka bisa install gitu,” ujarnya.

Meski demikian, secara keseluruhan marketing sales BSDE tetap tumbuh pada 2025 tembus Rp10,04 triliun atau meningkat 3,35% dibandingkan dengan capaian marketing sales pada 2024 sebesar Rp9,717 triliun.

Perinciannya, capaian marketing sales pada 2025 terdiri dari penjualan rumah tapak Rp4,19 triliun, penjualan area komersial Rp3,72 triliun, serta kontribusi dari joint venture (JV) land lot sebesar Rp2,12 triliun.

Sementara itu, capaian marketing sales pada 2024 sebesar Rp9,717 triliun terdiri dari penjualan rumah tapak Rp5,39 triliun, area komersial Rp3,75 triliun, dan JV land lot hanya senilai Rp565 miliar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terpopuler: Negara Importir Mobil RI, Hyundai Termurah Februari 2026, hingga Fortuner Baru Kepergok Uji Jalan
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Misi Hampir Mustahil, Juventus Masih Bisa Bangkit? Yildiz dan David Jadi Harapan Terakhir!
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Sengketa Penagihan Tunggakan yang Picu Pertumpahan Darah di Tangerang...
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Meninggal Dunia, Proses Persidangan Alex Noerdin Dihentikan
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Victor Osimhen Goda Juventus Jelang Duel di Liga Champions, Berharap Direkrut di Bursa Transfer Musim Panas?
• 23 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.