DUA puluh lima tahun setelah meninggalkan Gedung Putih, Bill dan Hillary Clinton kembali menghadapi babak hukum yang dramatis. Pasangan ini dijadwalkan memberikan kesaksian dalam investigasi Kongres Amerika Serikat terkait jaringan kejahatan seksual mendiang miliarder Jeffrey Epstein pekan ini.
Keputusan ini menandai titik balik yang mengejutkan. Sebelumnya, pasangan Clinton sempat melawan upaya pemanggilan tersebut dan menudingnya sebagai plot politik Partai Republik. Namun, mereka akhirnya melunak setelah DPR AS bergerak menuju pemungutan suara lintas partai untuk menetapkan mereka dalam status menghina Kongres (contempt of Congress) yang bisa berujung pada tuntutan pidana.
Lokasi Rahasia di New YorkGuna menjaga martabat mantan presiden dan menghindari keriuhan di Capitol Hill, deposisi dilakukan di kediaman pribadi mereka di Chappaqua, New York. Hillary Clinton dijadwalkan bersaksi pada Kamis waktu setempat, diikuti oleh Bill Clinton pada hari Jumat.
Baca juga : Hindari Status Pidana, Bill dan Hillary Clinton Sepakat Bersaksi dalam Kasus Epstein
Ketua Komite Pengawasan DPR, James Comer, menegaskan bahwa pemanggilan ini murni untuk menggali informasi.
"Tidak ada yang menuduh keluarga Clinton melakukan kesalahan. Kami hanya memiliki banyak pertanyaan," ujar Comer.
Jejak Bill Clinton di Pesawat EpsteinFokus utama penyelidikan tertuju pada Bill Clinton. Berdasarkan tinjauan dokumen, mantan presiden ini diketahui setidaknya 16 kali bepergian menggunakan pesawat pribadi Epstein. Foto-foto lama juga menunjukkan kehadirannya bersama Ghislaine Maxwell, kaki tangan Epstein. Sementara itu, Hillary Clinton secara konsisten menyatakan tidak pernah bertemu dengan Epstein.
Baca juga : James Comer Tolak Tawaran Akhir Bill dan Hillary Clinton Tentang Kasus Epstein
Meski Bill Clinton tidak pernah dituduh melakukan tindak pidana dan mengklaim telah memutus hubungan sebelum penangkapan Epstein pada 2019, para penyintas menuntut transparansi.
"Dia terhubung dengan Epstein. Dia adalah presiden negara kita. Saya pikir para korban ingin memahami hubungan itu lebih baik," kata Jennifer Plotkin, pengacara yang mewakili sejumlah penyintas Epstein.
Lima Poin Utama PemeriksaanPihak Clinton dan Kongres telah menyepakati lima topik utama yang akan dibahas dalam deposisi yang direkam dalam format video ini:
- Dugaan salah kelola investigasi federal terhadap Epstein dan Maxwell.
- Keadaan seputar kematian Epstein di penjara pada 2019.
- Strategi efektif pemerintah federal memerangi jaringan perdagangan seks.
- Cara Epstein dan Maxwell mencari perlindungan politik untuk aktivitas ilegal mereka.
- Potensi pelanggaran etika terkait pejabat terpilih.
Berbeda dengan perseteruan hukum Clinton di masa lalu, kali ini dukungan tidak sepenuhnya datang dari Partai Demokrat. Beberapa anggota Demokrat muda justru berpihak pada Republik untuk mendesak transparansi bagi para penyintas.
"Para penyintas layak mendapatkan transparansi dan keadilan. Kita harus menganggap siapa pun yang terhubung dengan Epstein menghina Kongres jika mereka tidak memberi informasi, terlepas dari partai politiknya," tegas anggota DPR dari Demokrat, Rashida Tlaib.
Langkah ini dianggap sebagai "kekalahan telak" bagi tim hukum Clinton yang sempat mencoba strategi kampanye agresif namun gagal meredam desakan publik dan anggota dewan yang menginginkan akuntabilitas total dalam skandal Epstein. (CNN/Z-2)





