REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Sejumlah peristiwa besar terjadi pada tanggal 8 Ramadhan beberapa abad silam yang menonjolkan hari ini sebagai "Hari Perubahan Besar" di mana batas-batas kerajaan ditetapkan dan dasar-dasar ilmu pengetahuan dilestarikan.
Antara kembalinya pasukan "Al-Usra" Nabi SAW yang mempertahankan perbatasan kota, kebangkitan "Singa Pemberani" Alp Arslan untuk menyatukan bendera Timur Tengah, serta pemulihan kekuasaan Muslim di Akko oleh Al-Malik az-Zahir Ruknuddin Baibars al-Bunduqdari.
Baca Juga
Indikator Perang Sangat Kuat, AS tak Juga Serang Iran? Ini 1 Penyebabnya Menurut Eks Elite Pentagon
Rudal Canggih Iran Berkecepatan Tinggi Kejutkan Dunia, Mampu Berputar-putar Memburu Target
Rabi AS: Yahudi tak Berhak Atas Tanah Palestina dan Zionisme Selewengkan Taurat
Berikut ini beberapa peristiwa besar yang terjadi pada 8 Ramadhan dikutip dari Aljazeera, Rabu (26/2/2026).
Pertama, pelajaran dalam penyamaran dan pengamanan perbatasan
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pada hari seperti ini tahun kesembilan Hijrah/630 M, Madinah menyaksikan kembalinya pasukan Muslim dari Perang Tabuk.
Perebutan itu bukan hanya pertempuran militer (tidak ada pertempuran yang terjadi), melainkan manuver besar yang membuktikan kepada Romawi dan sekutunya bahwa negara yang baru berdiri itu mampu menempuh ribuan mil untuk mengamankan perbatasan utaranya.
Dalam konteks strategis yang terkait, peristiwa pada 8 Ramadhan (tahun 8 H) 629 M dengan kejeniusan penyamaran militer Nabi SAW.