Selama tiga tahun terakhir, DMS+ telah mencatat lebih dari satu juta unduhan dan membangun komunitas penikmat misteri yang solid. Platform ini dikenal konsisten menghadirkan tayangan horor berbasis investigasi, pengalaman nyata, hingga cerita fiksi yang dikemas sinematik.
Tahun 2026 disebut sebagai fase ekspansi besar. Demian dan Sara menyiapkan strategi konten berkelanjutan agar penonton bisa menikmati suguhan horor baru setiap bulan, baik dalam format digital, vertical series, maupun pengembangan layar lebar.
Tidak berhenti di aplikasi, DMS+ juga merambah format storytelling vertikal. Bersama Folago Pictures, mereka memproduksi film vertikal berjudul Rumah 78 yang akan tayang di akun TikTok Sara Wijayanto.
Baca Juga :
Sara Wijayanto dan Demian Aditya Buat Festival Horor, Siapkan Teror MencekamFilm Rumah 78 diangkat dari pengalaman nyata Demian dan Sara pada 2014. Ceritanya mengikuti pasangan muda, Banyu (Gary Iskak) dan Mira (Carissa Perusset) yang menempati rumah kontrakan klasik bernomor 78 dan mulai mengalami teror misterius yang menguji mental serta hubungan mereka.
Ekspansi juga menyentuh ranah layar lebar. DMS+ mendukung kolaborasi DiaryMisteriSara dengan MVP Pictures dalam pengembangan film Cerita Lila. Proyek ini diadaptasi dari salah satu episode paling ikonik yang meraih lebih dari 10 juta penonton sejak tayang pada Agustus 2020.
Langkah tersebut menjadi bagian dari visi membangun Horror Cinematic Universe yang terintegrasi lintas platform. Mulai dari aplikasi digital, serial vertikal, hingga film bioskop, seluruhnya dirancang saling terhubung dalam satu semesta cerita.
"Memasuki tahun ketiga, kami ingin DMS+ terus berkembang menjadi platform terdepan dalam menghadirkan konten misteri dan horor yang berkualitas. Kolaborasi ini bukan hanya tentang pertumbuhan bisnis, tetapi tentang bagaimana industri horor Indonesia bisa semakin mudah diakses, lebih dekat dengan berbagai kalangan, serta memiliki daya saing lintas negara," kata Demian Aditya selaku CEO DMS+.
Selain ekspansi konten, perayaan ulang tahun ketiga DMS+ juga diramaikan kompetisi menulis dan kompetisi clipper yang dibuka hingga akhir Maret 2026. Kategori cerita pengalaman pribadi berpeluang diangkat dalam program Spirit Illustrator, sementara cerita fiksi terbaik akan divisualisasikan dalam format video pendek spesial Kantor Misteri.
Baca Juga :
Luna Maya Nyaris Tenggelam Saat Syuting Film Suzzanna Terbaru"DMS+ optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai pionir sekaligus katalis pertumbuhan industri horor Indonesia di kancah yang lebih luas," tutup Demian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)





