Perusahaan EBT Grup Salim, Tamaris Hidro Cetak Lonjakan Laba 52,12% pada 2025

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA —Perusahaan Grup Salim yang bergerak di bidang energi baru terbarukan pembangkit listrik tenaga mini hidro, PT Tamaris Hidro membukukan kinerja yang kinclong pada 2025. Hal itu tecermin pada kenaikan pendapatan dan laba bersih perseroan. 

Berdasarkan laporan tahun 2025 yang diaudit, Tamaris Hidro meraih pendapatan usaha bersih senilai Rp576,07 miliar pada 2025. Capaian itu merupakan akumulasi dari pendapatan yang berasal dari keuangan konsesi Rp307,19 miliar, proyek konsesi Rp134,67 miliar, operasi dan pemeliharaan Rp82,39 miliar, penjualan listrik Rp49,24 miliar, dan jasa sewa Rp2,57 miliar. 

Lebih terperinci, penjualan listrik entitas anak Tamaris Hidro kepada PLN tercatat sebesar Rp564,0 miliar pada 2025 dan Rp561,39 miliar pada 2024. 

Pendapatan Tamaris Hidro pada 2025 meningkat 28,2% dibandingkan dengan pendapatan pada 2024 sebesar Rp449,34 miliar. 

Di sisi profitabilitas, Tamaris Hidro meraih pendapatan tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih sebesar Rp31,84 miliar pada 2025 atau meningkat 52,12% year-on-year (YoY) dari Rp20,93 miliar. 

Pada saat yang sama, beban pokok pendapatan Tamaris Hidro tercatat Rp223,89 miliar, beban umum dan administrasi Rp77,78 miliar, beban daya reaktif Rp21,73 miliar, dan beban keuangan Rp219,18 miliar. 

Baca Juga : Indo Tambangraya (ITMG) Raih Laba US$190,94 Juta pada 2025, Turun 48,96%

Tamaris Hidro tercatat memiliki 14 anak usaha yang menjalankan kegiatan usaha pembangkit listrik tenaga mini hidro. Tiga perusahaan dengan aset paling besar, yaitu PT Sanagan Energi, PT Patria Bakti Abadi, dan PT Partogi Hidro Energi.

Berdasarkan catatan Bisnis, Tamaris Hidro gencar melakukan transaksi akuisisi pada 2025. Pada September 2025, Tamaris Hidro melalui dua anak usahanya mengakuisisi PLTA di Sumatera Utara dengan total nilai transaksi mencapai Rp73 miliar.

Senior Vice President Corporate Secretary PT Tamaris Hidro Priyo Kristanto menyampaikan perusahaan melalui perusahaan terkendali yakni PT Patria Bakti Abadi (PBA) dan PT Grahaenergi Mitra Bersama (GMB) resmi mengambil alih 100% saham PT Thong Langkat Energi (TLE).

“Nilai transaksi jual beli saham mencapai Rp22 miliar, dan kewajiban pemegang saham sebesar Rp51 miliar,” jelasnya dalam keterbukaan informasi, dikutip Sabtu (11/10/2025).

PT Thong Langkat Energi merupakan pengelola PLTA Batu Gajah yang berlokasi di Desa Empus dan Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Pembangkit listrik tersebut memiliki total kapasitas sebesar 16 megawatt (MW), yang terdiri atas tiga unit masing-masing 2x5 MW dan 1x6 MW.

Sebelumnya, perusahaan energi hijau Grup Salim itu sudah beberapa kali melaksanakan aksi akuisisi. Langkah ekspansi anorganik itu dimulai pada 2012 saat Tamaris Hidro mengakuisisi PLTM Segara 7 MW di Nusa Tenggara Barat. 

Selanjutnya, perusahaan mengakuisisi PLTM Cianten dengan kapasitas 19 MW pada Agustus 2019 dan mengambilalih PLTA Besai 2 dengan kapasitas 20 MW yang berlokasi di Way Kanan, Lampung, pada 2021. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daftar 5 Striker Mengerikan di Radar AC Milan: Siap Tampung Darwin Nunez hingga Bajak Dusan Vlahovic Musim Panas Nanti
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
BRI Super League Persib Vs Madura United: Taktik Pragmatis Bojan Hodak Diuji Agresivitas Carlos Parreira
• 1 jam lalubola.com
thumb
Mobil Listrik Ini Dapat Diskon Besar, Kini Harganya Lebih Terjangkau!
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Dibiayai Dana Abadi APBN, Ini Kewajiban Penerima Beasiswa LPDP Setelah Lulus
• 21 jam laludisway.id
thumb
Bakrie Group Masuk, Astrindo (BIPI) Jalin Kerja Sama dengan Mitra Anak Usaha ENRG
• 1 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.