Bisnis.com, PURWAKARTA - Kecelakaan lalu lintas tunggal melibatkan satu unit truk trailer tangki bermuatan bahan mentah BBM terjadi di ruas Jalan Tol Cikopo–Palimanan (Tol Cipali) KM 95 arah Cirebon, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (25/2/2026) pukul 05.13 WIB.
Insiden tersebut menyebabkan kendaraan melintang dan menutup sebagian badan jalan, sehingga dua lajur utama sempat tidak dapat dilalui kendaraan.
Berdasarkan keterangan resmi pengelola tol, truk tangki tersebut diduga hilang kendali setelah pengemudi kurang mengantisipasi kondisi akibat mengantuk.
Kendaraan kemudian menabrak guardrail dan berhenti dalam posisi melintang dari lajur 1, bahu luar, hingga area right of way (ROW). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun satu orang mengalami luka ringan.
Petugas patroli, derek, serta paramedis dari Astra Tol Cipali bergerak cepat setelah menerima laporan dari pengguna jalan. Tim tiba di lokasi pada pukul 05.21 WIB dan langsung melakukan pengamanan serta memberikan pertolongan pertama kepada korban luka.
Penanganan awal difokuskan pada evakuasi korban, pengamanan muatan bahan bakar, serta pengaturan arus lalu lintas untuk mencegah kemacetan panjang.
Baca Juga
- Sumbar Bakal Terima Dana Pusat untuk Pemulihan Infrastruktur Bencana Rp18,9 Triliun
- Kereta Bandara Anjlok Setelah Tabrak Truk di Poris Tangerang
- Kereta Bandara Tabrak Truk di Poris, Ini Daftar Perjalanan Commuterline yang Dibatalkan
Corporate Communications & Sustainability Management Dept Head Astra Tol Cipali Ardam Rafif Trisilo menyampaikan bahwa proses evakuasi kendaraan berlangsung bertahap mengingat posisi truk yang melintang dan muatan yang perlu dipindahkan secara hati-hati.
Pada pukul 13.00 WIB, badan kendaraan berhasil dipindahkan ke bahu luar jalan. Namun hingga pukul 16.30 WIB, proses pemindahan muatan ke kendaraan lain masih berlangsung guna memastikan keselamatan dan meminimalkan risiko kebocoran.
"Sebagai langkah pengamanan, pengelola tol menutup sementara lajur 1, lajur 2, serta bahu jalan di KM 94+800 hingga KM 95+000 arah Cirebon. Pengguna jalan tetap dapat melintas melalui lajur ke-3 dengan pengaturan lalu lintas oleh petugas di lapangan. Penutupan sebagian lajur ini dilakukan untuk memberikan ruang aman bagi proses evakuasi dan pemindahan muatan BBM," ujar Ardam.
Ardam mengatakan, arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian terpantau mengalami perlambatan pada pagi hingga siang hari, terutama saat volume kendaraan meningkat.
Meski demikian, pengalihan arus ke lajur kanan dinilai cukup membantu menjaga kendaraan tetap bergerak, meski dengan kecepatan terbatas.
Ia pun menyampaikan, Astra Tol memberikan permohonan maaf kepada pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses penanganan kecelakaan berlangsung.
"Kami memastikan seluruh prosedur keselamatan diterapkan secara ketat, terutama karena kendaraan yang terlibat mengangkut bahan mudah terbakar," ujarnya.
Sementara itu, penanganan lebih lanjut terkait aspek hukum dan investigasi penyebab kecelakaan dilakukan oleh unit Gakkum dari Polres Kabupaten Subang. Aparat akan mendalami faktor kelalaian maupun kemungkinan unsur lain yang memicu insiden tersebut.
Pengelola tol kembali mengingatkan para pengguna jalan untuk memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jarak jauh. Rasa lelah dan kantuk menjadi salah satu faktor dominan penyebab kecelakaan di jalan tol, terutama pada perjalanan dini hari hingga pagi.
Pengguna jalan diimbau segera beristirahat di rest area terdekat atau keluar melalui gerbang tol apabila mulai merasakan kantuk. Langkah tersebut dinilai lebih aman dibanding memaksakan diri berkendara dalam kondisi tidak fokus.




