Jakarta (ANTARA) - Lembaga kemanusiaan Human Initiative kembali membuka program "Qurban Early Bird" sebagai upaya memperluas manfaat kurban bagi warga yang membutuhkan, baik di dalam maupun luar negeri.
"Kami menghadirkan Qurban Early Bird agar calon yang berkurban dapat mempersiapkan ibadahnya lebih awal dengan perencanaan yang matang dan memperluas manfaatnya bagi yang membutuhkan," kata Leader Squad Qurban Human Initiative, M. Rijalul Afif dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis.
Program ini diluncurkan di tengah masih terbatasnya akses terhadap pangan bergizi di sejumlah wilayah dunia.
Data Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) periode 2021–2023 menunjukkan, banyak keluarga khususnya di kawasan berpendapatan rendah belum mampu mengakses konsumsi protein hewani secara rutin.
"Sehingga program ini dapat memudahkan masyarakat menunaikan ibadah kurban sekaligus," ujar Rijalul.
Di beberapa wilayah, kata dia, konsumsi daging per kapita hanya berada pada kisaran satu digit kilogram per tahun. Kondisi tersebut menegaskan bahwa daging masih menjadi barang mewah bagi sebagian masyarakat, terutama mereka yang tinggal di daerah terpencil, wilayah rawan konflik, maupun kawasan terdampak bencana.
Baca juga: Human Initiative gaungkan "Luaskan Dampak Kebaikan" lewat aksi nyata
"Momentum Idul Adha pun dinilai menjadi kesempatan penting untuk menghadirkan akses protein hewani secara lebih merata melalui distribusi daging kurban," ucap Rijalul.
Melalui skema ini, masyarakat diberi kesempatan mengamankan hewan kurban lebih cepat sekaligus membantu lembaga mengatur proses pengadaan dan distribusi secara lebih tertata.
Saat ini, program "Qurban Early Bird" menawarkan skema 1/7 sapi dengan harga khusus, dari harga normal sekitar Rp1.900.000 menjadi Rp1.447.000.
"Skema tersebut tetap memenuhi ketentuan syariat dan standar kesehatan hewan. Dengan demikian, masyarakat memiliki pilihan berkurban yang lebih terjangkau tanpa mengurangi nilai ibadah," kata Rijalul.
Selain itu, distribusi kurban difokuskan pada wilayah Indonesia yang sulit dijangkau, termasuk daerah pelosok dan kawasan Indonesia Timur. Penyaluran juga menjangkau masyarakat di sejumlah negara di Afrika serta wilayah lain yang tengah menghadapi konflik, bencana, dan krisis kemanusiaan.
"Penyaluran yang terarah ini diharapkan dapat memastikan manfaat qurban benar-benar diterima oleh kelompok yang paling membutuhkan," ujarnya.
Rijalul menegaskan, setiap tahapan pelaksanaan kurban dikelola sebagai amanah. Mulai dari pemilihan hewan yang sesuai syariat, proses penyembelihan, hingga pendistribusian dilakukan dengan perencanaan yang matang agar berjalan tepat, transparan, dan bertanggung jawab.
"Melalui pendekatan kolaboratif, lembaga ini mengajak masyarakat untuk menjadikan kurban tidak sekadar ritual tahunan, tetapi juga bagian dari solusi sosial dalam memperluas akses pangan," ucapnya.
Baca juga: Human Initiative dorong pemulihan berkelanjutan lewat forum Sumatera
Apalagi, kebersamaan menjadi kunci agar dampak kebaikan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Rijalul berharap partisipasi masyarakat semakin luas dan ibadah kurban dapat ditunaikan dengan lebih mudah serta memberi dampak yang lebih besar.
Adapun informasi lebih lanjut mengenai program ini dapat diakses melalui laman solusipeduli.org/earlybirdqurban.
"Kami menghadirkan Qurban Early Bird agar calon yang berkurban dapat mempersiapkan ibadahnya lebih awal dengan perencanaan yang matang dan memperluas manfaatnya bagi yang membutuhkan," kata Leader Squad Qurban Human Initiative, M. Rijalul Afif dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis.
Program ini diluncurkan di tengah masih terbatasnya akses terhadap pangan bergizi di sejumlah wilayah dunia.
Data Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) periode 2021–2023 menunjukkan, banyak keluarga khususnya di kawasan berpendapatan rendah belum mampu mengakses konsumsi protein hewani secara rutin.
"Sehingga program ini dapat memudahkan masyarakat menunaikan ibadah kurban sekaligus," ujar Rijalul.
Di beberapa wilayah, kata dia, konsumsi daging per kapita hanya berada pada kisaran satu digit kilogram per tahun. Kondisi tersebut menegaskan bahwa daging masih menjadi barang mewah bagi sebagian masyarakat, terutama mereka yang tinggal di daerah terpencil, wilayah rawan konflik, maupun kawasan terdampak bencana.
Baca juga: Human Initiative gaungkan "Luaskan Dampak Kebaikan" lewat aksi nyata
"Momentum Idul Adha pun dinilai menjadi kesempatan penting untuk menghadirkan akses protein hewani secara lebih merata melalui distribusi daging kurban," ucap Rijalul.
Melalui skema ini, masyarakat diberi kesempatan mengamankan hewan kurban lebih cepat sekaligus membantu lembaga mengatur proses pengadaan dan distribusi secara lebih tertata.
Saat ini, program "Qurban Early Bird" menawarkan skema 1/7 sapi dengan harga khusus, dari harga normal sekitar Rp1.900.000 menjadi Rp1.447.000.
"Skema tersebut tetap memenuhi ketentuan syariat dan standar kesehatan hewan. Dengan demikian, masyarakat memiliki pilihan berkurban yang lebih terjangkau tanpa mengurangi nilai ibadah," kata Rijalul.
Selain itu, distribusi kurban difokuskan pada wilayah Indonesia yang sulit dijangkau, termasuk daerah pelosok dan kawasan Indonesia Timur. Penyaluran juga menjangkau masyarakat di sejumlah negara di Afrika serta wilayah lain yang tengah menghadapi konflik, bencana, dan krisis kemanusiaan.
"Penyaluran yang terarah ini diharapkan dapat memastikan manfaat qurban benar-benar diterima oleh kelompok yang paling membutuhkan," ujarnya.
Rijalul menegaskan, setiap tahapan pelaksanaan kurban dikelola sebagai amanah. Mulai dari pemilihan hewan yang sesuai syariat, proses penyembelihan, hingga pendistribusian dilakukan dengan perencanaan yang matang agar berjalan tepat, transparan, dan bertanggung jawab.
"Melalui pendekatan kolaboratif, lembaga ini mengajak masyarakat untuk menjadikan kurban tidak sekadar ritual tahunan, tetapi juga bagian dari solusi sosial dalam memperluas akses pangan," ucapnya.
Baca juga: Human Initiative dorong pemulihan berkelanjutan lewat forum Sumatera
Apalagi, kebersamaan menjadi kunci agar dampak kebaikan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Rijalul berharap partisipasi masyarakat semakin luas dan ibadah kurban dapat ditunaikan dengan lebih mudah serta memberi dampak yang lebih besar.
Adapun informasi lebih lanjut mengenai program ini dapat diakses melalui laman solusipeduli.org/earlybirdqurban.





