Investasi saham belakangan ini jadi topik yang ramai dibicarakan. Mulai dari anak muda sampai orang tua, banyak yang mulai melirik pasar modal.
IDXChannel - Investasi saham belakangan ini jadi topik yang ramai dibicarakan. Mulai dari anak muda sampai orang tua, banyak yang mulai melirik pasar modal sebagai cara membangun kekayaan jangka panjang. Tapi kalau kamu baru pertama kali mendengar istilah-istilah seperti IPO, dividen, atau capital gain, wajar kalau merasa bingung. Tenang, kamu tidak sendirian.
Semua investor profesional pun pernah berada di posisi yang sama. Yang membedakan adalah mereka memulai dengan mempelajari dasar-dasar investasi saham untuk pemula terlebih dahulu. Nah, artikel ini akan membantu kamu memahami fondasi penting sebelum benar-benar terjun ke dunia saham. Yuk, kita bahas dari yang paling mendasar!
Apa Itu Saham
Sederhananya, saham adalah bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Bayangkan kamu dan teman-teman mendirikan usaha bakso bersama. Kalau usaha butuh modal Rp10 juta dan kamu menyumbang Rp1 juta, berarti kamu punya 10 persen dari usaha tersebut. Nah, "bukti kepemilikan 10 persen" inilah yang disebut saham.
Dalam dunia investasi, ketika kamu membeli saham perusahaan publik seperti Bank BCA atau Telkom, artinya kamu resmi menjadi salah satu pemilik kecil dari perusahaan raksasa tersebut. Kamu punya hak atas sebagian keuntungan perusahaan dan juga hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (meskipun suara kamu tentu proporsional dengan jumlah saham yang dimiliki).
Cara Kerja Saham
Saham diperdagangkan di bursa efek, di Indonesia kita punya Bursa Efek Indonesia (BEI). Di sinilah para penjual dan pembeli saham bertemu. Harga saham bergerak naik dan turun berdasarkan hukum permintaan dan penawaran sederhana: kalau banyak orang yang ingin beli, harga naik. Kalau banyak orang yang ingin jual, harga turun.
Misalnya, perusahaan A melaporkan laba yang fantastis. Berita baik ini bikin banyak investor tertarik membeli sahamnya. Karena permintaan meningkat sementara jumlah saham terbatas, harga pun ikut melonjak. Sebaliknya, kalau perusahaan terkena skandal atau kinerjanya buruk, investor ramai-ramai menjual dan harga pun terjun bebas.
Yang perlu dipahami, nilai saham bisa berubah setiap saat selama pasar sedang buka. Fluktuasi ini yang bikin investasi saham menarik sekaligus menantang.
Keuntungan Investasi Saham
Kenapa orang rela merogoh kocek untuk beli saham? Karena ada dua potensi keuntungan utama:
- Capital gain: Ini adalah keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual. Sederhananya, kamu beli saham di harga Rp1.000 per lembar, lalu beberapa waktu kemudian harganya naik jadi Rp1.500. Kalau kamu jual di harga itu, selisih Rp500 itulah capital gain. Keuntungan ini baru benar-benar kamu dapatkan setelah menjual saham.
- Dividen: Ini adalah pembagian keuntungan perusahaan kepada para pemegang saham. Jadi kalau perusahaan untung besar di akhir tahun, sebagian keuntungan itu dibagikan dalam bentuk dividen. Besarannya proporsional dengan jumlah saham yang kamu miliki. Ada perusahaan yang rutin membagi dividen setiap tahun, ada juga yang memilih menahan laba untuk ekspansi usaha.
Risiko Investasi Saham
Setiap investasi pasti punya risiko, dan saham termasuk kategori yang risikonya relatif tinggi. Ini yang perlu kamu pahami:
- Capital loss: Kebalikan dari capital gain. Ini terjadi ketika harga jual saham lebih rendah dari harga beli. Misalnya beli di Rp1.000 lalu terpaksa jual di Rp800 karena butuh dana darurat, berarti kamu rugi Rp200 per lembar.
- Risiko likuidasi: Dalam skenario terburuk, perusahaan bisa bangkrut dan dilikuidasi. Kalau sampai terjadi, pemegang saham biasa (termasuk investor ritel seperti kita) biasanya jadi yang terakhir mendapatkan sisa aset perusahaan. Bisa jadi kamu kehilangan seluruh modal investasi.
- Risiko fluktuasi harga: Harga saham bisa sangat volatile. Naik turun drastis dalam waktu singkat itu biasa. Tanpa persiapan mental yang kuat, fluktuasi ini bisa bikin panik dan mengambil keputusan emosional yang justru merugikan.
Cara Memulai Investasi Saham
Siap untuk memulai? Ikuti langkah-langkah sederhana ini:
1. Edukasi diri dulu
Jangan langsung beli saham hanya karena lihat teman cuan. Pelajari dulu istilah-istilah dasar, cara analisis perusahaan, dan strategi investasi yang cocok. Manfaatkan buku, artikel, video YouTube, atau webinar gratis yang banyak tersedia. Luangkan waktu untuk belajar investasi saham untuk pemula sebelum mempertaruhkan uang sungguhan.
2. Pilih sekuritas terpercaya
Sekuritas adalah perusahaan pialang yang menjadi perantara kamu dengan bursa. Pilih sekuritas yang sudah berizin OJK, punya reputasi baik, dan biaya transaksinya kompetitif. Saat ini banyak sekuritas digital seperti Ajaib yang memudahkan pembukaan rekening secara online.
3. Buka rekening saham
Proses buka rekening saham kini bisa dilakukan online dalam hitungan menit. Siapkan e-KTP, dan foto selfie. Kamu akan mendapatkan dua nomor penting: nomor rekening dana nasabah (RDN) di bank dan nomor SID (Single Investor Identification) sebagai identitas investasimu.
4. Setor dana awal
Transfer sejumlah uang ke RDN. Untuk pemula, tidak perlu langsung deposit besar. Mulai saja dari Rp100.000 atau bahkan Rp50.000 untuk belajar. Yang penting mulai dulu, besaran nominal menyusul seiring waktu.
5. Mulai riset dan beli saham pertama
Setelah dana masuk, saatnya memilih saham. Jangan asal pilih. Pelajari profil perusahaan, lihat kinerja keuangannya, baca berita terkait, dan pahami prospek bisnisnya. Untuk pemula, disarankan memulai dari perusahaan besar dan mapan (blue chip) yang lebih stabil.
6. Pantau dan evaluasi
Jangan beli lalu lupa. Pantau perkembangan investasi kamu secara rutin. Tapi hindari juga cek harga setiap menit karena bisa bikin stres. Evaluasi portofolio secara berkala, misalnya sebulan sekali atau tiap tiga bulan.
Memahami dasar-dasar investasi saham untuk pemula adalah langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan. Mulai dari mengerti definisi saham, cara kerjanya, keuntungan seperti capital gain dan dividen, hingga risikonya, semua fondasi ini akan membantumu mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Ingat, investasi saham bukan skema cepat kaya. Ini adalah perjalanan jangka panjang yang butuh kesabaran, konsistensi, dan terus belajar. Jangan takut memulai dari modal kecil, yang terpenting adalah memulai dan konsisten melakukannya.
Sudah siap mengambil langkah pertama?
Pilih sekuritas terpercaya, buka rekeningnya, dan mulai investasi saham dari sekarang. Jangan lupa terus perbarui pengetahuanmu dengan belajar investasi saham untuk pemula secara rutin. Masa depan finansial yang lebih cerah ada di tangan kamu sendiri!
(Shifa Nurhaliza Putri)





