HARIAN FAJAR, MAKASSAR- Kota Makassar meraih skor tertinggi dalam Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 yang diumumkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menempatkan kota ini di atas rata-rata nasional dan Provinsi Sulawesi Selatan. Capaian ini menjadi bukti nyata efektivitas kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham dalam mengelola pembangunan dan inovasi daerah selama satu tahun terakhir.
Pengukuran IDSD 2025 dilakukan dengan metode Global Competitiveness Index (GCI) dari World Economic Forum (WEF), yang menilai daya saing daerah berdasarkan empat komponen utama: lingkungan pendukung, sumber daya manusia, pasar, serta ekosistem inovasi. Kota Makassar mencatat skor 4,17, melampaui rata-rata nasional sebesar 3,50 dan skor Sulawesi Selatan yang sebesar 3,71.
Skor ini mencerminkan kerja terarah dan kolaboratif antara Pemerintah Kota Makassar dengan berbagai pemangku kepentingan, sekaligus menegaskan komitmen untuk memperkuat fondasi pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Analisis Pengamat dan Fondasi Data ResmiPengamat Pemerintahan Universitas Bosowa, Arief Wicaksono, menilai keberhasilan ini sebagai indikator bahwa roda pemerintahan Kota Makassar berjalan ke arah yang tepat. Menurutnya, berbagai program strategis yang dijalankan selama setahun terakhir mulai menunjukkan hasil konkret.
Kalau menurut perspektif saya, capaian ini sudah sangat tepat. Makassar hari ini memang sedang bergeliat untuk menjadi kota yang unggul.
Arief menegaskan bahwa data yang dirilis BRIN bukan sekadar klaim, melainkan berbasis data yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga menjawab keraguan sejumlah pihak terhadap kapasitas dan performa Pemerintah Kota Makassar.
Data yang ditunjukkan oleh Indeks Daya Saing Daerah yang secara resmi dikeluarkan oleh BRIN telah menjawab keraguan banyak pihak, bahwa Makassar memiliki daya saing yang tinggi, bahkan di atas rata-rata nasional.
Komponen dan Pilar Penilaian IDSDBRIN menggunakan 12 pilar sebagai skala ukur dalam IDSD yang mencakup institusi, infrastruktur, adopsi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), stabilitas ekonomi makro, kesehatan, keterampilan, pasar produk, pasar tenaga kerja, ukuran pasar, dinamika bisnis, dan kapabilitas inovasi. Setiap pilar memiliki indikator terukur yang memastikan penilaian daya saing dilakukan secara menyeluruh dan sistemik.
Misalnya, pilar institusi menguji kekuatan daerah dalam memfasilitasi ekonomi melalui indikator seperti tingkat pembunuhan, transparansi anggaran, dan kebebasan pers. Pilar infrastruktur menilai kualitas layanan sarana dan prasarana, sementara pilar TIK mengukur tingkat pemanfaatan teknologi di daerah tersebut.
Selain itu, pilar stabilitas ekonomi makro menilai kemampuan daerah menjaga keseimbangan perekonomian menghadapi guncangan, dan pilar kesehatan mencerminkan kualitas sumber daya manusia melalui harapan hidup sehat. Pilar keterampilan melihat tingkat pendidikan dan kompetensi tenaga kerja, sedangkan pilar pasar produk dan tenaga kerja menilai keterbukaan pasar dan efisiensi tenaga kerja.
Pilar sistem keuangan berperan dalam kelancaran transaksi dan pembiayaan, pilar ukuran pasar mendorong produktivitas melalui efisiensi skala produksi, pilar dinamika bisnis menilai kemudahan memulai dan mengakhiri bisnis, serta pilar kapabilitas inovasi menggambarkan kualitas riset dan inovasi di daerah tersebut.
Capaian skor tinggi Kota Makassar dalam IDSD 2025 tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga fondasi penting untuk terus memperkuat posisi sebagai kota metropolitan yang kompetitif di tingkat nasional. Pemerintah Kota Makassar di bawah Munafri Arifuddin diharapkan dapat mempertahankan dan meningkatkan prestasi ini dengan melanjutkan inovasi dan pelayanan publik yang berkualitas.
Lebih lanjut, keberhasilan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan mampu menciptakan iklim pembangunan yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan demi kemajuan masyarakat Makassar.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5514616/original/017595500_1772097564-2.jpg)


