Pantau - Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Sudarto menyatakan LPDP berupaya memperbaiki strategi agar alumni dapat terserap industri tenaga kerja setelah menyelesaikan studi dengan menitikberatkan pada dampak atau impact.
Ia menegaskan LPDP tidak hanya berperan sebagai layanan pendidikan atau education service, tetapi berfokus pada keberlanjutan kontribusi lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.
“Kami sangat paham untuk satu orang itu menjadi sumber daya unggul (SDM), tidak cukup Anda kuliah di universitas terbaik. Yang lebih penting adalah setelah itu,” ujar Sudarto.
LPDP menyelaraskan prioritas jurusan beasiswa dengan kebutuhan industri dan riset berdasarkan diskusi bersama pelaku industri agar lulusan memiliki relevansi dengan pasar kerja.
Sejak 2021 hingga 2026, program beasiswa diarahkan lebih terukur pada bidang-bidang strategis.
Bidang strategis yang menjadi fokus meliputi STEM atau Science, Technology, Engineering, and Mathematics.
Selain STEM, sektor industri pangan dan maritim, energi, kesehatan, serta pertahanan turut menjadi prioritas pendanaan.
Digitalisasi termasuk kecerdasan buatan dan semikonduktor, hilirisasi, manufaktur, material maju, kewirausahaan, serta industri kreatif juga masuk dalam fokus strategis LPDP.
Pada 2026, kuota beasiswa untuk STEM dan bidang terkait mencapai 80 persen.
Sementara kuota non-STEM atau SHARE yang mencakup ilmu sosial, humaniora, seni dan budaya, keagamaan, serta ilmu ekonomi dibatasi maksimal 20 persen.
Sudarto menegaskan LPDP tidak dapat menjamin alumni langsung memperoleh pekerjaan setelah lulus.
“Apakah LPDP menjamin nanti kalau mereka (alumni) pulang itu dapat pekerjaan? Itu beyond LPDP. Makanya, kami bicara ekosistem. Kami koordinasikan dengan industri, termasuk dengan Danantara, agar ekosistem itu terbangun,” katanya.
Ia menyebut kapasitas LPDP berada pada pembangunan dan penguatan ekosistem agar tercipta koneksi antara alumni dan industri meski proses tersebut memerlukan waktu hingga matang.
Secara paralel, LPDP menyiapkan skema magang atau wirausaha di luar negeri bagi alumni hingga dua tahun setelah lulus dengan persetujuan dan memenuhi syarat yang ditetapkan.
“Dengan dikasih jeda magang ini, mudah-mudahan ketika mereka nanti pas kembali, industri siap. Dan mudah-mudahan LPDP bisa menjadi bagian dari membangun ekosistem,” ujar Sudarto.




