Seorang remaja berusia 16 di Jakarta Utara tega menganiaya kakak kandungnya sendiri MAR (22) menggunakan palu. Akibat penganiayaan itu, sang kakak, tewas. Penganiayaan diduga dipicu cemburu karena diperlakukan berbeda.
Kasat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Ni Luh Sri Arsini, mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (24/2) sore hari sekitar pukul 17.00 WIB.
"Sebenarnya kan ada masalah-masalah sebelumnya yang terpendam gitu antara kakak sama adik. Itu ya ini sih komunikasinya agak tersumbat gitu, si adik kan pendiam gitu," ujar Ni Luh kepada wartawan, Kamis (25/2).
Ni Luh menjelaskan salah satu pemicu amarah pelaku yakni terkait barang-barang pribadi milik korban yang diletakkan di kamar pelaku.
"Nah, sebenarnya sih pemicunya karena ada abangnya tuh naruh ada barang-barang pribadi lah di kamarnya si adik. Perlengkapan mandi, handuk, gitu. Nah tidak segera dipindahkan oleh abangnya," jelasnya.
Situasi memanas ketika ibu mereka menegur sang kakak, namun respons yang diberikan justru memicu emosi sang adik.
"Ketika ditegur oleh ibunya, si abangnya cueklah responsnya, kurang menyenangkan buat si adik. Itulah pemicu dia menjadi marah sekali gitu. Kemudian langsung ngambil palu dari dapur, diketok ke kepala kakaknya saat kakaknya ngasih makan binatang," tambah Ni Luh.
Penganiayaan tersebut dilakukan di dalam rumah. Pelaku yang sudah tersulut emosi memukul kepala kakaknya berkali-kali menggunakan palu.
"Kan berkali-kali. Karena emosinya kan pertama kali digetok udah tersungkur, terus masih digetok lagi hampir kurang lebih lima kali itu. Emosinya yang sangat-sangat emosi gitu. Makanya dia melampiaskannya dengan berkali-kali mukul kepala kakaknya," ungkap Ni Luh.
"Iya, (meninggal) di perjalanan. Pada saat di TKP sih masih ada suara ngorok gitu," ujar Ni Luh.
Selain masalah barang pribadi, Ni Luh menyebut ada faktor kecemburuan di dalam internal keluarga. Pelaku merasa orang tua mereka memberikan perhatian lebih kepada sang kakak.
"Perasaan anaknya, orang tuanya perhatiannya lebih ke kakaknya gitu. Kan sebelumnya juga ada masalah keluarga sih, internal keluarga gitu kan yang merasa si anak merasa kakaknya lebih diperhatikan gitu, apa maunya diturutin gitu," tutur Ni Luh.
Saat ini, pihak kepolisian tengah berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku.
"Ini rencana kita hari ini mau itu, pemeriksaan psikiatrikum. Nanti akan ini di rumah sakit. Tadinya kan kita mau semalam, cuma ada permintaan dari pihak keluarga untuk dilaksanakan hari ini saja karena malam sudah larut," pungkasnya.





