Segera Debut Bareng Yamaha di MotoGP, Toprak Razgatlioglu Kaget Lihat Gaya Ekstrem Rekan Satu Tim

tvonenews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Sorotan utama menjelang debut Toprak Razgatlioglu di MotoGP 2026 bukan hanya soal adaptasi teknis, melainkan kekagumannya terhadap gaya balap rekan setimnya di Pramac Racing, Jack Miller.

Toprak secara jujur mengaku terkejut melihat cara Miller menaklukkan tikungan pertama di Chang International Circuit. Baginya, apa yang dilakukan Miller terasa di luar batas logika yang selama ini ia pahami.

Toprak Razgatlioglu di tes pramusim MotoGP 2026
Sumber :
  • Reuters

"Ketika saya melihat Jack miring sekali, awalnya saya menunggu dia jatuh. Namun saat melihat dia tetap bisa menikung, saya terkejut. Saya hanya menunggu kehilangan ban depan, sementara pembalap lain tetap berbelok dengan kemiringan penuh," kata Toprak di laman Speedweek.

Komentar itu menggambarkan betapa besar perbedaan pendekatan keduanya. Jika Miller tampil agresif dengan sudut kemiringan ekstrem, Toprak justru masih bermain aman. Ia mengakui belum memiliki keyakinan penuh terhadap karakter ban depan Michelin yang digunakan di MotoGP.

"Saat saya mengikuti Jack (Miller), saya terkejut karena kehilangan banyak waktu di tikungan pertama, dan sektor pertama secara umum," ujarnya.

Menurut Toprak, masalahnya bukan pada pengereman. Ia merasa cukup nyaman saat menekan tuas rem. Namun begitu motor mulai direbahkan ke dalam tikungan, rasa ragu langsung muncul.

"Saya selalu berkendara sedikit lebih tenang karena tidak percaya pada ban depan. Saat pengereman tidak ada masalah, tetapi ketika mulai miring, saya tidak tahu batasnya," katanya menambahkan.

Pengalaman mengikuti Miller di lintasan menjadi pelajaran berharga. Dari situ, Toprak menyadari bahwa para pembalap reguler MotoGP memiliki tingkat kepercayaan yang jauh lebih tinggi terhadap grip ban depan. 
Sesuatu yang masih ia cari setelah bertahun-tahun terbiasa dengan karakter ban berbeda saat menjuarai Superbike World Championship.

Menariknya, meski masih beradaptasi, Toprak belum sekalipun terjatuh. Namun ia tidak menutup kemungkinan bahwa insiden justru bisa membantunya memahami batas sebenarnya.

"Saya belum pernah jatuh, tetapi mungkin saya perlu jatuh untuk memahami batasnya," tuturnya.

Bagi Toprak, melihat gaya ekstrem Miller bukan sekadar momen mengejutkan, melainkan gambaran jelas tentang standar keberanian dan kepercayaan diri yang harus ia capai jika ingin kompetitif di kelas utama.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jalin Silaturahmi, Warga di Kendari Jejer 100 Meja di Jalan Untuk Buka Bersama | SAPA SIANG
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Tindakan Bripda Masias Berlebihan, Tak Perlu Kekerasan Saat Bubarkan Kerumunan
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Partai Gema Bangsa Setuju Ambang Batas Parlemen Dihapus, Factional Threshold Saja
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Anak Riza Chalid hadapi sidang putusan kasus korupsi minyak hari ini
• 36 menit laluantaranews.com
thumb
Pemda DIY Inventarisasi Aset, Hotel Mutiara Dikelola Pihak Ketiga 30 Tahun
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.