Bisnis.com, SURABAYA— PT PLN (Persero) memperkuat komitmennya dalam mengakselerasi transisi energi bersih melalui rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pumped Storage Grindulu di Kabupaten Pacitan berkapasitas 1.000 megawatt (MW) yang diproyeksikan menjadi PLTA Pumped Storage terbesar kedua di Indonesia.
General Manager PLN UIP JBTB Moh. Fathol Arifin menegaskan proyek PLTA Pumped Storage Grindulu merupakan langkah konkret PLN dalam mendukung target pemerintah menuju Net Zero Emission. Infrastruktur ini bukan sekadar pembangkit, melainkan solusi penyimpanan energi masa depan.
"PLTA Pumped Storage Grindulu akan menjadi tulang punggung baru bagi sistem kelistrikan di wilayah Jawa Bagian Timur dan Bali. Dengan kapasitas 1.000 MW, proyek ini berperan vital dalam menjaga stabilitas pasokan listrik dari sumber energi terbarukan yang bersifat intermiten. Kami berkomitmen untuk melaksanakan proses prakonstruksi dan pembangunan dengan standar lingkungan dan sosial yang ketat, demi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat," ujarnya, dikutip Kamis (26/2/2026).
Manager PT PLN (Persero) UPP JBTB 1 Yogyakarta, Wahyu Kurniawan, menambahkan bahwa proyek ini merupakan bagian krusial dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.
"Kami sedang menyiapkan uji kelayakan (feasibility study) untuk pembangunan di Desa Ketro, Kecamatan Tulakan, dan Desa Pucangombo, Kecamatan Tegalombo. PLN berharap proyek ini memberikan multiplier effect bagi ekonomi lokal Pacitan," jelasnya.
Berbeda dengan PLTA konvensional, teknologi Pumped Storage berfungsi sebagai sistem penyimpanan energi skala besar (giant battery). Sistem ini memiliki dua waduk (atas dan bawah) yang dihubungkan melalui terowongan air dan unit turbin pompa, yang sangat efektif untuk menjaga keandalan sistem saat beban puncak.
Baca Juga
- Mudik Lebaran Gratis dari PLN Kaltimra, Naik Kapal Pelni ke Surabaya
- PLN Proyeksi Beban Puncak Listrik Bali saat Idulfitri Tembus 1.194 MW
- Bali Sempat Kena Pemadaman Listrik, Begini Penjelasan PLN
Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap proyek hijau ini. Ia optimis kehadiran PLTA ini akan menempatkan Pacitan sebagai pusat inovasi energi di Indonesia.
“Ini adalah tantangan sekaligus peluang besar. Saya meyakini ada keuntungan jangka panjang bagi daerah karena ini adalah teknologi baru. Saya berharap proyek ini berjalan lancar dan Pacitan dapat menjadi percontohan pengembangan energi bersih di tingkat nasional,” ungkap Bupati Indrata.
Pembangunan PLTA Pumped Storage Grindulu ini menjadi bukti nyata sinergi antara PLN dan Pemerintah Daerah dalam mendukung kemandirian energi nasional.
Selain meningkatkan porsi EBT dalam bauran energi, proyek ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja serta mendorong pembangunan infrastruktur pendukung di wilayah Pacitan dan sekitarnya.




