Bisnis.com, JAKARTA — PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) melakukan akuisisi PT Trans Hybrid Communication (THC). INET diketahui mengakuisisi 60% saham THC dengan nilai Rp160 miliar.
Direktur Utama INET Muhammad Arif mengatakan akuisisi tersebut bukan sekadar ekspansi anorganik, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas kapabilitas dan memperdalam ekosistem digital perseroan.
“Akuisisi THC bukan sekadar ekspansi bisnis, tetapi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem infrastruktur digital nasional. Kami melihat masa depan konektivitas membutuhkan jaringan yang terbuka, skalabel, dan siap menghadapi pertumbuhan trafik digital yang semakin besar,” ujar Arif dalam keterangannya, Kamis (26/2/2026).
Dia menuturkan melalui sinergi ini, INET ingin mengambil peran lebih besar dalam membangun backbone digital Indonesia sekaligus membuka peluang ekspansi regional.
“Visi kami adalah menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya kuat secara teknologi, tetapi juga mampu mendorong inklusi digital dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” tuturnya.
Arief menjelaskan integrasi jaringan fiber optik, konektivitas internasional, hingga layanan cloud akan menjadi pilar utama pertumbuhan INET ke depan, sekaligus memperkuat posisi perseroan sebagai perusahaan infrastruktur digital yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi masa depan.
Baca Juga
- Pengendali Sinergi Inti yang Terus Borong Miliaran Lembar Saham INET
- Sinergi Inti Andalan (INET) Targetkan Data Center Beroperasi Kuartal III/2026
- Sinergi Inti Andalan (INET) Ungkap Jadwal Tender Offer PADA
Sebagai informasi, THC merupakan perusahaan yang menyediakan layanan internet dedicated dan IP transit bagi instansi pemerintah, korporasi, hingga sesama ISP. Kepemilikan backbone fiber optik domestik dan internasional serta jaringan point of presence (PoPs) di sejumlah lokasi strategis menjadi pondasi ekspansi jaringan INET.
Selain layanan colocation, THC juga mengembangkan solusi private cloud yang menawarkan fleksibilitas dan keamanan data tinggi bagi kebutuhan big data dan transformasi digital organisasi.
THC juga mulai merambah pasar ritel melalui merek Dukodu.id yang menyediakan layanan internet broadband. Ekspansi ini membuka peluang pertumbuhan pelanggan langsung (end-user) INET sekaligus memperluas diversifikasi pendapatan.
Adapun berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), INET melakukan pembelian sebanyak 60 juta saham THC, atau setara 60% dari modal ditempatkan dan disetor.
Nilai transaksi dari akuisisi THC ini adalah sebesar Rp160 miliar, atau sebesar 44,26% dari nilai ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan September 2025.
_______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





