China dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas terkait dengan hubungan dagang kedua negara. Beijing meminta rivalnya tersebut mengadopsi pandangan yang objektif dan rasional dalam menilai pelaksanaan perjanjian ekonomi dan perdagangan tahap pertama.
Kementerian Perdagangan China menegaskan bahwa pihaknya kecewa dijadikat alat untuk memicu ketegangan global baru oleh Amerika Serikat (AS). Menurutnya, Beijing digunakan sebagai kambing hitam dalam kesalahan kebijakan tarif yang diambil oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Baca Juga: Berencana Serang Teheran, Amerika Serikat (AS) Mulai Rekrut Simpatisan di Iran
“Amerika Serikta tak boleh melemparkan kesalahan, serta tidak menggunakan kami sebagai alasan untuk menciptakan masalah atau memprovokasi isu baru,” ungkap Ministry of Commerce of China, dikutip dari Xinhua.
China juga memperingatkan akan kebijakan tarif baru yang digadang-dagang oleh Trump. Menurutnya, apalagi ada kebijakan tarif baru, pihaknya akan mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan sahnya.
Beijing juga menegaskan bahwa sejak perjanjian dagang tahap pertama mulai berlaku pada lima tahun lalu, pihaknya telah berupaya serius dalam melaksanakan seluruh komitmen yang disepakati.
"Kami telah memenuhi kewajiban dalam perjanjian tersebut, termasuk penguatan perlindungan hak kekayaan intelektual, pembukaan sektor keuangan dan pertanian sesuai jadwal serta perluasan kerja sama perdagangan bilateral," tegas China.
Baca Juga: Dunia Memanas, China Sebut Amerika Serikat (AS) Ingin Kembangkan Senjata Nuklir Lagi
Sebaliknya, Amerika Serikat malah memperketat kontrol ekspor, membatasi investasi bilateral serta terus meningkatkan langkah-langkah pembatasan ekonomi dan perdagangan. Kebijakan tersebut dinilai menghambat aktivitas perdagangan dan investasi normal, melanggar semangat perjanjian, serta merusak iklim dan prasyarat implementasi kesepakatan tahap pertama.
China sendiri menyatakan kesiapannya untuk terus bekerja sama melalui mekanisme konsultasi ekonomi dan perdagangan bilateral, termasuk dengan AS.
Baca Juga: Trump Ketar-ketir, Sebut Iran Kembangkan Rudal Guna Menyerang Amerika Serikat (AS)
Beijing menekankan pentingnya fokus ke masa depan, menjaga implementasi hasil-hasil kerja sama yang telah disepakati, serta secara aktif mencari titik temu kepentingan bersama.
Sebelumnya Perwakilan Dagang Amerika Serikat, Jamieson Greer menyatakan bahwa pihaknya akan tetap melanjutkan penyelidikan berdasarkan Pasal 301 ke China. Ia juga membuka kemungkinan penerapan tarif atau langkah pembatasan lainnya.
Baca Juga: Meski Dihancurkan, Amerika Serikat (AS) Klaim Iran Diam-diam Terus Kembangkan Senjata Nuklir
Washington juga membuka kemungkinan penerapan biaya lisensi perdagangan terhadap negara mitra dagang, meski hingga kini belum merinci bentuk maupun besaran kebijakan tersebut. Langkah ini menambah ketidakpastian arah kebijakan perdagangan dari AS.





