BEKASI, KOMPAS.com - Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bekasi membongkar sejumlah bangunan di sekitar Jalan HM Joyo Martono, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis (26/2/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan pembangunan Flyover Bulak Kapal yang ditargetkan menjadi solusi kemacetan di kawasan tersebut.
Ketua Tim Fasilitasi Insentif Disinsentif dan Pembongkaran Bangunan Distaru Kota Bekasi, Tarmuji, mengatakan total terdapat sembilan bangunan yang masuk dalam rencana pembongkaran.
"Pembongkaran ini untuk kegiatan pembangunan flyover. Untuk bangunan yang dibongkar kurang lebih ada 9 bangunan. Dan yang punya kepemilikan 4 orang," ujar Tarmuji kepada awak media di lokasi, Kamis.
Baca juga: 41 Warga Bekasi Jalani Operasi Katarak Gratis, Peserta Bersyukur Penglihatan Membaik
Namun, ia menjelaskan bahwa baru tiga bangunan yang dibongkar oleh Distaru.
Satu bangunan lainnya dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya karena tidak memiliki sertifikat kepemilikan.
Sementara itu, satu bangunan bersertifikat belum dibongkar lantaran belum menerima kompensasi.
Adapun empat bangunan lain yang berdiri di lahan milik Jasa Marga masih menunggu jadwal pembangunan fisik flyover.
"Yang dibongkar itu sudah dibayarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Untuk selanjutnya nanti ketika sudah dibebaskan, baru kita lanjutkan pembongkaran," kata dia.
Baca juga: Pemkab Bekasi Siapkan Rp 178 Miliar untuk Perbaikan Jalan, Proritaskan Pantura dan Kalimalang
Tarmuji mengatakan, jumlah lahan yang dibebaskan memiliki panjang sekitar 150 meter.
Jenis bangunan bervariasi, mulai dari toko, showroom, hingga warung tegal (warteg), dengan mayoritas dimanfaatkan sebagai tempat usaha.
Ia menjelaskan, Flyover Bulak Kapal dirancang membentang hingga ke Jalan Pahlawan dan melintasi rel kereta api.
Proyek ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi di perlintasan sebidang Bulak Kapal dan sekitarnya.
"Nanti direncanakan flyover-nya itu sampai ke Jalan Pahlawan, jadi menyeberang rel," kata Tarmuji.
Sebagai informasi, Pemerintah Kota Bekasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana membangun sejumlah flyover secara bertahap mulai 2026 untuk mengatasi kemacetan di Kota Bekasi.
Pemkot Bekasi menyiapkan anggaran Rp 100 miliar untuk pembebasan lahan.
Sementara itu, pembangunan Flyover Bulak Kapal akan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan total nilai proyek mencapai Rp 256 miliar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



