OJK Sebut Perpanjangan Penempatan Rp 200 T di Himbara Buat Kredit Makin Murah

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Perpanjangan penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 200 triliun di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dinilai positif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan perpanjangan tersebut bisa menambah likuiditas yang secara langsung berdampak pada penurunan biaya dana perbankan.

"Sebenarnya itu positif dalam pengertian begini, itu menambah likuiditas sudah pasti. Dan meningkat likuiditas dan juga men-drag down tingkat suku bunga. Nah ini juga penting, karena kalau misalnya likuiditas itu semakin banyak, tentu persaingan dana itu kemudian menjadi lebih turun," ujar Dian, kepada wartawan di Mandarin Oriental, Jakarta, Kamis (26/2).

Menurutnya, dengan likuiditas yang lebih longgar, bank tak lagi perlu bersaing ketat dalam menghimpun dana dengan menawarkan suku bunga khusus.

"Nah sehingga yang namanya bank-bank itu kan tidak perlu nanti untuk menegosiasi dengan special rate misalnya. Nah sekarang turun tuh rata-rata, pendanaannya turun, rate-nya juga turun sebenarnya, secara agregat ya sudah turun," katanya.

Menurut Dian, dengan kredit yang semakin murah, diharapkan penyaluran pembiayaan ke UMKM dapat terdongkrak pada tahun ini.

"Tentu saja kalau pembiayaan nanti kredit itu semakin murah, harapannya tentu saja kita akan mencoba untuk mendongkrak UMKM tahun ini," ucap Dian.

Meski begitu, kata Dian, sejak awal dirinya telah menyampaikan kepada Menteri Keuangan Purbaya bahwa jangka waktu perpanjangan dana SAL selama enam bulan tak cukup untuk mendorong pembiayaan secara optimal. Ia menilai, idealnya kebijakan ini dapat berlaku lebih panjang dari sekadar tiga atau enam bulan.

"Ya proyek itu kan bisa macam-macam. Memang ada bisa ya 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun. Bisa juga 5 tahun kan gitu," jelas dia.

Target Kredit Tumbuh Dua Digit

Terkait prospek pertumbuhan kredit, OJK menargetkan ekspansi di atas 10 persen pada tahun ini.

"Harapan kita kan target OJK kan di atas 10 persennya. 10 persen ke atas lah kira-kira begitu, 10-12 kan kira-kira," sambungnya.

Dian mengakui, selama enam bulan terakhir pertumbuhan kredit sempat melemah. Namun, kondisi ini lebih disebabkan oleh langkah perbankan membersihkan neraca dari kredit bermasalah.

Setelah proses pembersihan neraca, perbankan diperkirakan bakal kembali meningkatkan ekspansi kredit.

"Dan setelah itu biasanya itu akan bounce back gitu. Jadi setelah semuanya bukunya bersih kira-kira begitu, kemudian akan lagi meloncat lagi gitu," tutur Dian.

Dian berharap manajemen di perbankan bisa menetapkan target pertumbuhan yang lebih agresif ke depan.

"Nah karena itu kita harapkan tentu manajemen itu akan come up dengan target-target yang lebih baik kira-kira begitu," imbuh dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
China Ancam Ambil Langkah Tegas Jika Trump Kembali Kenakan Tarif Baru
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Kabur Saat Disetop Polisi, Mobil Lawan Arah Tabrak Sejumlah Kendaraan di Jakpus
• 14 jam laludetik.com
thumb
Sean Strickland Tantang Khamzat Chimaev, Mantan Juara UFC Ungkap Kehebatan The Borz: Dia Sangat Berbeda
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Viral Mobil Lawan Arah Tabrak Pengguna Jalan di Gunung Sahari, Polisi Tangkap Pengemudi
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Menjelang Operasi Ketupat 2026, Polisi Desak Perbaikan Jalan Rusak di Bekasi
• 3 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.