Seorang pria berinisial TYR (36 tahun) tewas dibacok orang tak dikenal yang mengenakan penutup wajah atau sebo di rumahnya di Dusun Kaliurang, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, Rabu (25/2) pukul 05.30 WIB.
TYR dibacok saat sedang tidur bersama istri dan anak perempuannya yang masih berusia lima tahun.
Satpam Agroindustri Park I Teaching Farm Universitas Mercubuana Yogyakarta, Arifin, yang tak jauh dari lokasi kejadian jadi salah satu orang pertama yang diminta bantuan oleh istri korban, RPS (34 tahun).
"Pagi itu kurang lebih setengah 6an, istrinya (korban) datang ke kadangan UPT (tempat Arifin bekerja). Minta tolong," kata Arifin ditemui kumparan di rumahnya, Kamis (26/2).
Arifin tak berani jika sendirian ke TKP karena saat itu istri korban cerita suaminya disabet senjata tajam. Arifin lalu mengajak satpam perumahan terdekat.
"Sampai sana saya nggak berani masuk. Saya sama Mas Gareng terus ke Pak RT. Bareng-bareng ke sana," katanya.
Arifin yang semalaman berjaga di tempatnya bekerja mengaku tak melihat orang yang mencurigakan. Saat malam kondisi hujan.
"Malam itu hujan deras banget. Paginya udah agak reda," katanya.
Istri Telepon Ketua RT 5 Kali
Ketua RT 01 Kaliurang, Kalurahan Argomulyo, Samidi mengatakan peristiwa pembunuhan ini kurang lebih sekitar pukul 05.00.
Istri korban sempat menelponnya di jam-jam tersebut sebanyak lima kali dengan Hp suaminya dari jam 05.19 sampai 05.35 WIB. Namun, saat itu Samidi sedang tertidur.
"Saya bisa menganalisa jam 05.00 karena posisi istri korban itu menelepon saya kurang lebihnya empat atau lima kali panggilan. Kejadian mungkin nggak lama (sebelum telepon itu)," kata Samidi.
Selang beberapa saat, Samidi didatangi dua satpam yang tak lain adalah Arifin dan satpam perumahan mengabarkan peristiwa pembacokan.
"Saya ke sana bersama Wakil RT ternyata posisi korban sudah meninggal. Saya berdiri 1,5 meter dari korban, saya keluar, saya inisiatif ke Polsek laporan. Nggak lama kemudian tim polsek datang dan korban dilarikan ke RS Bhayangkara," katanya.
Samidi mengatakan saat pertama dirinya tiba di TKP kondisi korban sudah parah. Luka di bagian wajah, perut, dan paha. Menurut Samidi kondisi korban saat di TKP kemungkinan sudah meninggal.
"Sudah berlumuran darah. Bahkan istri korban kena tangan 17 jahitan. Tapi alhamdulilah anaknya nggak kena apa-apa," katanya.
Kondisi anak korban saat peristiwa terjadi tak menangis. Bahkan dia sempat laporan ke Samidi.
"Anaknya laporan ke saya "Pak tolong ayah, ayah kena bacok sini luka berdarah, sini juga, tolong ayah" dia nggak nangis," tuturnya.
Pelaku Lewat Pintu Samping yang Tak Dikunci
Informasi yang Samidi peroleh dari istri korban, pelaku diduga dua orang. Satu mengeksekusi satunya lagi menunggu di motor.
"Wajahnya (pelaku) ditutup rapat. Ada dua orang itu posisi motor di samping. Tancap gas," katanya.
Pelaku ini masuk rumah melalui pintu samping rumah yang tidak terkunci.
"Masuk (pintu) samping informasi dari istrinya. Memang tidak ada gerendelnya. Memang biasa itu korban sehari-hari banyak teman yang main ke situ," katanya.
Namun, Samidi tak berani menduga-duga siapa pelaku dalam peristiwa ini. "Lebih jelasnya menunggu tim kepolisian," katanya.
Termasuk apakah korban memiliki masalah dengan siapa, Samidi mengaku tak tahu. "Saya kurang tahu. Untuk saya informasinya sebatas itu saja," katanya.
Berharap Kasus Diusut Tuntas
Sebagai Ketua RT dia berharap kasus ini dapat diusut tuntas. Terlebih warga jadi merasa was-was dengan adanya peristiwa seperti ini.
"Segera diusut tuntas dengan maksud ke belakangnya nggak ada kejadian lagi," pungkasnya.
Jenazah di Makamkan Semalam
Jenazah korban sudah dimakamkan semalam. "Sudah dimakamkan semalam sehabis Maghrib," katanya.
Sementara itu pantauan kumparan di TKP, rumah korban masih dipasang garis polisi. Rumah tampak sepi.





